PN Belum Terima Salinan Putusan Kasasi, Rutan Sudah Ajukan Bebas Bersyarat

PASURUAN – Sempat divonis hukuman 6 tahun penjara pada 2017, Anita Rizky Wijaya yang terjerat kasus narkoba, ternyata sudah bebas bersyarat. Tepatnya sejak 14 Januari 2019. Meski demikian, PN dan Kejari Kota Pasuruan ternyata belum menerima salinan putusan kasasi untuk Anita.

Humas PN Pasuruan Rahmad Dahlan mengaku, pihaknya belum mengantongi salinan putusan kasasi untuk putri dari anggota Polresta Pasuruan Iptu Joko Santoso itu. “Sejauh ini, belum ada salinan putusan yang disampaikan ke kami,” kata dia.

Meski begitu, lanjut Rahmad, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. “Kalau salinan putusan, kami hanya menunggu,” ujarnya.

Tidak hanya PN Pasuruan yang belum menerima salinan putusan kasasi untuk Anita. Kejari Kota Pasuruan juga belum menerima salinan putusan kasasi untuk Anita.

Kasi Pidum Kejari Kota Pasuruan Syahrir Sagir menjelaskan, pihaknya belum menerima salinan putusan dari PN Pasuruan. Ia bahkan mengaku belum mengetahui bahwa Anita mendapatkan pembebasan bersyarat.

Menurutnya, selama salinan putusan kasasi belum ada, maka Anita masih berstatus tahanan jaksa yang dititipkan di Rutan Bangil. Belum berstatus terpidana.

“Selama proses hukum kemarin dia kan mengajukan upaya hukum. Setelah banding, mengajukan kasasi. Sekarang putusan kasasinya juga belum turun. Artinya, statusnya masih terdakwa, belum terpidana,” katanya.

Karena itu, menurut Syahrir, dia akan memastikan status kasasi Anita. “Kalau informasinya dia sudah di luar, nanti Senin saya pastikan dulu. Apa memang sudah turun putusan kasasinya,” kata Syahrir.

Sementara itu, Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto menjelaskan, Anita sempat dititipkan ke Lapas IIA Perempuan Malang. Setelah itu, pihaknya mengajukan pembebasan bersyarat ke Kementerian Hukum dan HAM. Upaya itu ditempuh dengan berbagai pertimbangan.

Di antaranya, karena putusan kasasi untuk Anita sudah ada. Dalam putusan kasasi itu disebut, Anita menurut Wahyu diputus 2 tahun 6 bulan.

“Putusan kasasinya sudah ada. Lamanya, 2 tahun 6 bulan. Nah, kalau bebas bersyarat itu kan syaratnya harus menjalani dua pertiga dari masa pidananya. Anita sudah memenuhi, akhirnya kami ajukan,” ungkap Wahyu, Sabtu (2/2).

Selain itu, pengajuan bebas bersyarat itu juga mempertimbangkan aspek lain. Di antaranya, tak pernah melanggar selama menjalani pidana. Anita juga selalu berkelakuan baik, serta memenuhi syarat administratif lainnya.

“Pembebasan bersyarat itu berlaku mulai 14 Januari kemarin. Kalau pembebasan bersyarat, otomatis menjalani hukuman di luar. Namun, tetap wajib lapor selama sisa masa pidananya habis. Wajib lapor empat kali dalam sebulan ke Bapas Malang,” ujar Wahyu.

Iptu Joko Santoso pun mengaku lega dengan pembebasan bersyarat yang diterima Anita. Dengan begitu, anaknya itu bisa kembali ke pelukan keluarga. Meski harus tetap menjalani wajib lapor.

Anita sendiri, dalam putusan kasasi, dipidana dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan dengan tanggal bebas awal pada Januari 2020. Namun, dia pernah mendapat remisi, yaitu 2 bulan 15 hari. Karena itu, Anita bisa bebas pada November 2019 mendatang.

“Namun, saya tetap belum lega karena pihak PN belum memberikan salinan putusan kasasinya sampai saat ini. Pengacara anak saya juga sudah seringkali menanyakan hal itu. Namun, hasilnya nihil,” kata Joko. (tom/hn)