178 Unit Rumah Tak Layak Huni Dialokasikan dari DAK untuk Perbaikannya

BANGIL – Pemkab Pasuruan tak hanya mengalokasikan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari APBD Kabupaten Pasuruan. Tahun ini, Pemkab juga menganggarkan perbaikan 178 RTLH dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Setiap RTLH dialokasikan Rp 17,5 juta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengatakan, perbaikan RTLH dari DAK Pusat sudah rutin diberikan. Tahun kemarin ada 217 rumah yang diperbaiki. “Tahun lalu ada 217 rumah dengan rincian 200 RTLH di Rebalas dan Kalipang, Kecamatan Grati; dan 17 RTLH di Kelurahan Kalianyar, Bangil,” jelasnya.

Tahun lalu anggaran dari DAK Rp 15 juta per rumah. Anggaran itu digunakan untuk pembelian material bangunan. Sedangkan, ada 178 RTLH yang akan diperbaiki menggunakan DAK. Di antaranya, 133 RTLH di Plososari, Kecamatan Grati; dan 45 RTLH di Kalipang, Kecamatan Grati.

Meski dari segi jumlah menurun, namun anggaran perbaikan setiap rumah meningkat. “Jika tahun lalu hanya Rp 15 juta, tahun ini naik menjadi Rp 17,5 juta per RTLH. Rinciannya Rp 15 juta untuk material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang,” jelasnya.

Dengan bantuan perbaikan RTLH dari DAK Pusat, Misbah mengatakan, cukup membantu dalam percepatan perbaikan RTLH di Kabupaten Pasuruan. Sebab, sejauh ini di Kabupaten Pasuruan, terdata lebih dari 10.000 rumah yang masih tergolong tidak layak huni. (eka/fun)