Mau Sowan Kiai, Kakak-Adik asal Dandang Tewas Tertabrak Pikap di Pajarakan

PAJARAKAN-Rencana kakak beradi asal Desa Dandang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo sowan ke rumah seorang kiai berujung tragedi. Keduanya meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan di jalan raya pantura masuk Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Sabtu (2/2) malam.

Korban diketahui bernama Wawan Purwo Nugroho, 29 dan Gali Rina Tri Handayani, 21. Keduanya merupakan warga Dusun Krajan RT 1/ RW 1/ Desa Dandang, Kecamatan Gading.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 23.30. Malam itu, keduanya hendak menuju ke pulau garam. Mereka hendak meminta doa kiai di Madura untuk kelancaran tugas akhir Galih Rina yang masih kuliah.

Keduanya berangkat dengan menggunakan motor bernopol N 6989 SM. Posisi Galih saat itu tengah dibonceng. Sedangkan Wawan sang kakak mengemudikan motor.

Mereka melaju dari arah timur menuju ke barat. Saat sampai di lokasi kejadian, keduanya tertabrak mobil pikap yang dikemudikan Achmad Baisul Hak, 21, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Benturan dari belakang yang cukup keras itu, membuat kakak-beradik itu terjatuh dan terlempar. Gali Rina pun meregang nyawa di lokasi kejadian. Sementara sang kakak, Wawan, kondisinya kritis dan segera dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Mereka kakak beradik, yang cewek meninggak di lokasi kejadian. Semetara kakaknya, sempat dibawa ke rumah sakit. Tapi kritis dan akhirnya meninggal juga. Keduanya itu mau ke Madura untuk sowan ke seorang kiai di sana minta doa. Supaya diberi kelancaran tugas akhir  adiknya itu,” kata Muhammad, seorang tetangga korban.

Sementar itu, Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Ipda I Nyoman Harayasa menjelaskan, kecelakaan maut itu dipicu mobil pikap. Sopir pikap disebutkan kurang konsentrasi.

“Kedua kendaraan itu sama sama dari timur ke barat. Diduga karena kurang konsentrasi, pengemudi pikap kemudian menabrak motor didepannya, ” ujarnya.

Kecelakaan maut itu, saat ini masih diselidiki pihaknya. “Sementara kesimpulannya dipicu sopir pikap. Tetapi,  keputusannya nanti menunggu gelar perkara, ” jelasnya. (sid/mie)