Rutan Bangil Dapat Tambahan Petugas, Tapi Masih Belum Ideal

BANGIL – Sebanyak 23 petugas dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rutan Bangil, Jumat (2/1). Mereka adalah petugas pengawasan tambahan. Meski demikian, hingga kini jumlah petugas di Rutan Bangil belum ideal.

Pelantikan PNS sebagai petugas baru di Rutan Bangil juga dilakukan serentak di seluruh Rutan di Indonesia. Di Rutan Bangil ada 23 petugas baru dengan rincian, 21 laki-laki dan dua perempuan.

Wahyu Indarto, kepala Rutan Bangil mengatakan, 23 ASN baru ini diterima melalui perekrutan sejak tahun 2017 di Kementerian Hukum dan HAM. “Mereka ini bertugas sejak awal tahun 2018. Namun saat itu masih sebagai CPNS dan baru dilantik hari ini (Jumat) menjadi PNS,” terangnya.

PNS yang baru ini langsung diangkat oleh Kemenkum dan HAM dan menjadi pegawai golongan IIA. Dengan tambahan PNS baru ini, Wahyu mengatakan, cukup terbantu untuk tugas pengawasan di Rutan Bangil. Sebab, sebelumnya jumlah petugas dinilai kurang ideal.

Sebelumnya total hanya ada 34 personel di Rutan Bangil. Dan, petugas pengawasan hanya 20 orang. Itu pun mereka tidak bertugas bersamaan. Namun, dibagi lagi untuk shift pagi, siang, dan malam. Termasuk ada petugas yang menjaga saat bergantian libur.

“Jadi satu regu shift jaga ada delapan personel. Mereka mengawasi sebanyak 530 warga binaan saat ini. Kalau dari perhitungan memang kurang ideal. Idealnya satu petugas mengawasi 30 orang,” terangnya.

Pada 2018 menurutnya, Rutan Bangil kembali mengusulkan perekrutan petugas. Sayangnya belum ada kuota. Sehingga, hanya ada tambahan 23 personel yang direkrut pada 2017.

Para personel baru itu menurutnya, dipastikan akan banyak membantu kegiatan di Rutan Bangil. Baik dari pembinaan dan pelayanan.

“Mereka akan ditugaskan di pos pengawasan. Juga akan membantu di pos penggeledahan barang bagi pengunjung. Sehingga, antrean keluarga yang berkunjung juga bisa lebih cepat,” pungkasnya. (eka/fun)