Kasus DBD di Kabupaten Probolinggo Melonjak, Bentuk Satgas

KRAKSAAN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat kemudian meresponsnya dengan membentuk satgas khusus penanganan DB. Satgas yang dibentuk di masing-masing puskesmas ini, akan memonitoring perkembangan kasus tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi tingginya kasus demam berdarah. Salah satunya dengan intensif melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di semua kecamatan.

“Kami juga sudah bentuk satgas sendiri di dinas (Dinkes). Supaya, ada yang bertanggung jawab dan mengoordinasi di puskesmas-puskesmas,” katanya. “Kami maksimalkan semua pegawai di empat bidang Dinkes itu. Supaya, mereka bergerak semua untuk penanganan kasus DB ini,” imbuhnya.

Anang juga meminta masyarakat proaktif dengan melaporkan segala indikasi yang mengarah pada demam berdarah. Hal itu penting agar penanganan pada pasien segera dilaksanakan. Masyarakat juga dituntut berperan serta dalam program PSN. Karena dengan PSN itu, penyebaran demam berdarah bisa ditanggulangi.

Dinkes patut cemas dengan bahaya demam berdarah ini. Jumlahnya yang meningkat hingga lipat empat, perlu penanganan serius. Januari 2018, hanya 20 pasien yang terkena demam berdarah. Bandingkan dengan Januari 2019, sudah ada 88 kasus dengan satu di antaranya meninggal dunia. Yakni, warga Desa Klaseman, Kecamatan Gending. (mas/rf)