Lihat Nih, Migrasi Bangau Bluwok Langka di Penambangan-Pajarakan

HABITAT PESISIR: Bangau Bluwok yang sempat tercapture camera dari peneliti di Desa Penambangan. Sudah dua tahun ini Bangau Bluwok mengunjungi pesisir Penambangan. (Hendra for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN – Burung bangau bluwok atau yang memiliki nama latin mycteria cinerea kembali terlihat di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Munculnya burung bangau itu adalah yang kedua setelah pertama kali terlihat pada 2018 lalu. Tempat pesisir menjadi favoritnya untuk bermigrasi.

PERNAH MAMPIR: Burung Bangau Bluwok ini sudah pernah mampir di tahun 2018 lalu. (Hendra for Jawa Pos Radar Bromo)

Perilaku unik dan status Bangau Bluwok yang saat ini bisa dikatakan nyaris punah acapkali mengundang perhatian para pengamat satwa liar. Minggu (20/1) lalu, beberapa pengamat dan fotografer satwa liar dari akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, berkesempatan untuk mengabadikan sekaligus mengamati keberadaan bangau bluwok ini.

Kedatangan burung bangau itu, menjadi ladang pengamatan bagi para peneliti itu. Salah satu fotografer dan pengamat hewan adalah Hendra. Setiap tahunnya ia selalu melakukan pemotretan dan pengamatan terhadap migrasi burung itu. Menurutnya, ini adalah kali kedua burung itu bermigrasi ke pesisir Probolinggo.

“Sudah dua tahun ini kami selalu melakukan pengamatan. Selain bisa melihat dari dekat, juga bisa sekalian mengabadikan burung yang unik itu,” tandasnya.

Pria yang juga pegawai pemkab setempat itu menjelaskan, setiap tahunnya jumlah burung unik itu semakin berkembang. Menurutnya, dengan demikian berarti habitat mangrove di daerah pesisir di Desa Penambangan itu disukai oleh koloni bangau Bluwok.

“Selain cocok bagi koloni bangau Bluwok itu, kemungkinan juga adanya kepedulian dari masyarakat sekitarnya untuk tidak mengusik keberadaan bangau bluwok dan juga melindunginya dari tangan pemburu. Sehingga membuat burung itu betah,” katanya.

Lebih lanjut, satwa liar selalu mengikuti nalurinya saat bermigrasi. Selama mereka enjoy dan habitatnya support maka mereka pasti akan selalu kembali.

Hendra menjelaskan, dari total enam ekor bangau Bluwok yang berhasil terpantau kali ini, semuanya dalam kondisi sehat. Hal itu terlihat pada kepekaan (aware) bangau Bluwok atas kehadiran manusia. Ini kian menguatkan bahwa mangrove di Penambangan bagus bagi bangau Bluwok untuk bermigrasi.

Jika kondisi seperti ini tetap terjaga, tidak menutup kemungkinan bangau Bluwok itu bisa berkembang biak di Probolinggo. Selama kondisi mangrovenya tetap terjaga dan keamanan bangau Bluwok selalu terjamin.

“Kami harap ada tindak lanjut dari pengambil kebijakan khususnya di mangrove Desa Penambangan ini. Kalau memungkinkan bisa di jadikan kawasan konservasi. Disamping itu juga perlu menambahkan lokasi mangrovenya. Selain sebagai fungsi barrier juga untuk supporting habitat satwa liar disini yang ternyata masih banyak jenisnya selain Bangau Bluwok,” tandasnya. (sid/fun)