Optimistis RSUD Bangil Bisa Naik Kelas, Bulan Depan Visitasi Penilaian

BANGIL – Tahun 2018 lalu, target RSUD Bangil untuk naik kelas dari tipe C ke B sempat ditunda. Per awal tahun ini, manajemen RSUD Bangil bersiap untuk visitasi dalam penilaian naik kelas. Manajemen optimistis tahun ini bisa naik kelas menjadi rumah sakit tipe B.

Direktur RSUD Bangil Loembini Pedjati Lajoeng mengatakan, akhir tahun lalu untuk kenaikan kelas bukan gagal, tapi ditunda. Karena ada penyesuian regulasi baru, penilaian kenaikan kelas tertunda. “Bukan gagal, tapi sementara di-pending karena ada regulasi baru dari pusat. Sehingga, penilaian kenaikan kelas di-pending atau ditunda,” ujarnya.

Menurutnya, pada akhir tahun 2018 ada regulasi baru yang berubah, baik terkait menajemen RSUD, termasuk terkait pelayanan BPJS. Mulai dari terkait rujukan online dari BPJS sampai regulasi terkait klasifikasi kelas rumah sakit. Di mana, akhirnya membuat rumah sakit juga harus melakukan spesifikasi terkait sumber daya manusia (SDM), ketenagakerjaan, termasuk sarana prasarana, dan administrasi.

Karenanya, pada awal tahun ini, manajemen RSUD Bangil sudah bersiap terkait visitasi atau penilaian. Loembini mengaku, juga sudah mendaftar ke Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T). “Sudah kami ajukan dan proses, jadwalnya direncanakan bulan Februari akan ada visitasi dari Provinsi,” ujarnya.

Terkait kenaikan kelas, Loembini optimistis tahun ini RSUD Bangil bisa naik kelas dari tipe C menjadi tipe B. Sebab, secara bertahap dan proses sebelumnya, pihaknya sudah memperbaiki kekurangan, termasuk memastikan SDM sudah lengkap dan siap naik kelas.

“Terkait dokter spesialis sudah kami lengkapi bulan Juli lalu, termasuk dokter spesialis yang dasar seperti anak, kandungan, bedah, dan dalam,” ujarnya. Dengan SDM yang sudah lengkap, segala sarana prasarana dan administrasi sudah dilengkapi, Loembini optimistis tahun ini bisa naik kelas. (eka/fun)