Atlet Petanque Kandas di Babak 8 Besar Turnamen International Double Open

PASURUAN – Kans sejumlah atlet Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Pasuruan untuk menjuarai turnamen International Double Open di Solo, sudah tertutup. Tiga tim yang diberangkatkan harus pulang dengan tangan hampa.

Tiga tim itu adalah pasangan Hanum/Nafik, Baharuddin/Dito, dan Anjani/Zarah. Mereka mulai memperebutkan tiket menuju babak 64 besar sejak Sabtu (26/1). Pasangan Baharuddin/Dito dan Anjani/Zarah harus terhenti di babak 64 besar. Sedangkan, pasangan Hanum/Nafik melaju ke babak 32 besar.

Itu, setelah mereka mengalahkan pasangan atlet dari FOPI Banten dengan skor 11-4. Pertandingan berlanjut hingga Minggu (27/1). Pertarungan Hanum/Nafik di babak 32 besar juga tidak mudah. Karena mereka dipertemukan pasangan atlet asal DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menjadi barometer olahraga petanque.

Meski begitu, mereka akhirnya bisa lolos ke babak 8 besar. Kali ini, Hanum/Nafik menghadapi pasangan atlet dari FOPI Brebes. Sayangnya, langkah mereka harus terhenti setelah dikalahkan dengan skor tipis 10-11.

Pelatih FOPI Kota Pasuruan Budi Utomo mengaku cukup puas dengan hasil turnamen tersebut. Meski gagal menyabet juara, setidaknya anak asuhnya tak begitu mengecewakan.

“Target kami semula hanya lolos grup. Namun, ini sudah terlampaui, salah satu tim kami bahkan masuk babak 8 besar. Kami patut bersyukur dengan hasil ini. Anak-anak juga sudah bekerja keras untuk bisa tampil maksimal,” kata Budi.

Ia berharap agar anak asuhnya kian giat berlatih. Hasil turnamen itu, kata Budi, juga diharapkan dapat menambah jam terbang mereka. “Anak-anak juga sudah bermain lepas menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Ini akan jadi poin penting sebagai persiapan mereka menjelang Porprov Juli mendatang,” ujarnya. (tom/fun)