Kuota Turun Penerima Bantuan Jatah Hidup untuk Lansia, Namun Anggarannya Naik

PANGGUNGREJO – Tahun ini, penerima program bantuan jatah hidup bagi lansia di Kabupaten Pasuruan, menurun. Tahun ini, Pemkab hanya mangalokasi dana dari APBD untuk 400 lansia. Sementara tahun lalu, ada 600 lansia.

Gunawan Wicaksono, Plt kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mengatakan, selama ini ada lansia yang belum masuk Basis Data Terpadu (BDT) dari pusat. Akibatnya, lansia ini tidak ter-cover bantuan. Baik Program Keluarga Harapan, juga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Karena itu, setiap tahun APBD menganggarkan dana untuk program jatah hidup lansia yang tidak ter-cover BDT. Program ini khusus diberikan kepada lansia terlantar atau tidak lagi memiliki kerabat. Selain itu, penerima juga dipastikan tidak mendapatkan bantuan lainnya seperti PKH dan BPNT.

Tahun ini, menurut Gunawan, jumlah penerima bantuan jatah hidup lansia memang turun. Jika tahun lalu ada 600 lansia penerima, tahun ini hanya 400 lansia. Kendati begitu, besarnya anggaran tetap sama. Yaitu, Rp 600 juta tahun ini.

“Memang jumlah penerima turun yaitu 400 lansia. Namun, jumlah bantuan yang diberikan lebih besar yaitu Rp 1,5 juta per tahun. Sedangkan tahun lalu hanya Rp 1 juta per tahun untuk tiap lansia,” terangnya.

Menurunnya kuota penerima ini, dikatakan Gunawan berdasarkan verifikasi tahun lalu. Menurutnya, ada lansia yang sudah meninggal, pindah lokasi, sudah mampu, atau ter-cover bantuan pemerintah pusat.

Untuk pencairan bantuan sendiri biasanya dilakukan pada triwulan ke empat. Dan, langsung cair sekaligus atau sebesar Rp 1,5 juta per masing-masing penerima lansia. (eka/fun)

 

Program Bantuan Jatah Hidup Lansia
Tahun                   Penerima                        Anggaran
2018                       400 lansia                             Rp 1,5 juta/orang/tahun
2017                       600 lansia                             Rp 1 juta/orang/tahun