Pemuda Gondangrejo Ini Bawa Pedang Lantaran Takut Dibegal, Tapi Akhirnya Dibekuk Polisi

BANGIL – Niat warga Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Muzammil Rusydi, 28, berjaga-jaga dari aksi penjahat membuatnya harus berurusan dengan polisi. Rabu (23/1), Muzammil diamankan polisi karena membawa senjata tajam (sajam) jenis pedang. Ia beralasan membawa pedang untuk jaga diri dari ancaman begal.

Namun, alasan itu tak mampu membuat Muzammil lolos dari status tersangka. Dia disangka melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951. Ancaman hukumannya hingga 12 tahun penjara. Kini, dia ditahan di Mapolres Pasuruan.

Tersangka diamankan polisi ketika melintas di Jalan Raya Kraton-Rembang, Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (23/1), sekira pukul 20.45. Muzammil yang mengendarai sepeda motor seorang diri menuju ke timur atau ke arah Gondangwetan.

“Di tengah jalan ada anggota (polisi) yang melihat pengendara motor yang di belakangnya seperti membawa pedang. Setelah dilihat bukan alat pertanian, sehingga langsung diamankan,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana.

Setelah dipastikan pedang dan bukan alat pertanian, polisi pun mengamankan Muzammil. Dewa Putu mengatakan, aksi tersangka tidak dibenarkan. Sebab, membawa pedang dan bisa meresahkan masyarakat. “Membawa sajam dikenakan UU Darurat,” ujarnya.

Sedangkan, Muzammil mengaku pedang itu baru diambil dari rumah temannya di Kecamatan Rembang. Katanya, temannya itu meminjam pedangnya dengan alasan untuk menagih utang. “Teman saya pinjam terus saya ambil. Buat jaga-jaga karena takut dibegal, saya bawa pedang di belakang,” ujarnya.

Di pedang milik Muzammil ditemukan bercak darah. Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan apakah darah binatang atau bukan. (eka/fun)