Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan di Kota Probolinggo Berkurang, Harga Naik

MAYANGAN-Kondisi cuaca di perairan Probolinggo yang tidak menentu, berdampak pada pasokan ikan segar. Sejumlah pedagang ikan yang biasa membeli ikan di pasar ikan Mayangan, terpaksa gigit jari karena stoknya sedikit. Tentu saja, hal itu berpengaruh pada harga jualnya yang naik.

“Ikannya sedikit sekarang ini. Kalau ada juga harganya mahal, susah mau dijual eceran,” ujar Slamet Riadi, 35, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Slamet biasanya berjualan ikan di Kabupaten Probolinggo. Terutama ke desa-desa di kawasan Sumberasih dan Wonomerto.

“Kalau harganya terlalu mahal, susah lakunya. Kalau dijual di kota mungkin masih bisa terjual,” ujarnya. Beberapa jenis ikan seperti cumi-cumi tidak diambil karena terlalu mahal. Harga belinya untuk 1 kilogram sampai Rp 60 ribu. Dikemas 1/4 kilogram sekitar Rp 15 ribu. Itu pedagang belum dapat untung.

Akhirnya, Slamet memilih mengambil jenis ikan yang harganya relatif terjangkau. Seperti bandeng. “Kalo bandeng harganya ya relatif stabil. Ini kan bukan ikan laut. Sekarang ikan laut susah karena cuaca di laut ndak bagus. Katanya angin kencang,” ujarnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh Sudiman, kepala Dinas Perikanan setempat. Menurutnya, sejak sepekan terakhir kondisi laut tidak bagus untuk aktivitas nelayan. “Betul, kondisi cuaca sekitar seminggu ini ekstrem banget. Ombak di selat Madura bisa mencapai 3 meter,” terangnya.

Akibatnya, banyak nelayan yang tidak melaut. Nelayan yang sudah berada di laut mempercepat kepulangannya. Akibatnya, jumlah ikan yang dibawa ke darat menurun hingga 50 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan, pedagang besar mendatangkan dari luar daerah dalam bentuk beku. “Bisa juga mengeluarkan ikan yang tersimpan di cold storage untuk dijual di pasaran,” ujarnya. (put/rf)