Blanko E-KTP Datang, Kantor Dispendukcapil Langsung Diserbu Pemohon

DRINGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Probolinggo memiliki kendala soal stok dan jatah blanko KTP elektronik (E-KTP). Rabu lalu (23/1), Dispenduk capil mendapatkan jatah 4.000 blanko E-KTP. Dan Kamis (24/1), kantor Dispendukcapil langsung diserbu pemohon.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo, Slamet Riyadi saat dikonfirmasi mengaku banyak masyarakat yang datang ke kantor pelayanannya, untuk mengurus E-KTP. Hampir semuanya yang datang untuk mengambil E-KTP yang telah dicetak. Atau mereka yang sudah melakukan perekaman, tapi cetakan fisik E-KTP belum diterima.

”Alhamdulillah, sesuai yang kami ajukan, kami dapat jatah blanko sebanyak 4.000. Semua itu kami layani pada pemohon yang datang untuk mengambil E-KTP yang telah dicetak,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Slamet menambahkan, jumlah wajib KTP yang telah melakukan perekaman dan belum menerima fisik E-KTP cukup banyak. Sehingga, saat dirinya mendapatkan jatah blanko cukup banyak, langsung dimaksimalkan bagi pemohon yang datang untuk mengambil E-KTP. Risikonya, hanya dalam waktu sepekan, diperkirakan jatah 4.000 blanko E-KTP itu sudah habis dicetak dan diserahkan pada pemiliknya.

”Sulitnya kalau stok blanko sudah menipis atau sampai habis. Sedangkan kami mengajukan ke pusat, tidak langsung dapat. Jadi kendalnya stok blanko dari pusat,” terangya.

Slamet mengungkapkan, di Kabuapten Probolinggo, sebanyak 854.581 jiwa wajib KTP dari total jumlah penduduk sebanyak 1.119.612 jiwa. Hingga akhir tahun 2018, Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo, telah melakukan perekaan sekitar 828.901 jiwa. Dengan begitu, sekitar 25.680 belum melakukan perekaman.

”Dari total warga yang telah melakukan perekaman, sebanyak 48.761 jiwa belum mendapatkan fisik E-KTP. Sebab, kami kehabisan stok blanko,” ungkapnya. (mas/fun)