Tahun Ini, Target Uji Kir Kabupaten Probolinggo Hanya Naik Rp 5 Juta

KRAKSAAN – Balai Uji Kir yang dimiliki Kabupaten Probolinggo, menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Namun, tahun ini Pemkab Probolinggo menaikkan target retribusi uji kir hanya berkisar Rp 5 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Probolinggo, Heri Sulistyanto menjelaskan, kenaikan target retribusi uji kir itu memang tidak signifikan. Yaitu, Rp 895 juta atau naik sekitar 5 juta dari target tahun lalu yang ditetapkan Rp 890 juta.

Meski demikian, target itu bukan menjadi batasan untuk merealisasi retribusi uji kir setinggi mungkin. ”Jika bisa merangkul semua paguyuban kendaraan untuk uji kir, tidak menutup kemungkinan realisasi retribusi uji kir jauh melebih dari target tahun ini,” terangnya.

Uji kir sendiri, menurut Heri, merupakan salah satu sumber PAD pemkab. Dalam setahun, sekitar 6.000 unit kendaraan yang uji kir. Karena itu, pihaknya terus berupaya mendongkrak PAD dari balai pengujian kir yang ada di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

”Balai pengujian kir di Kraksaan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo itu juga menyumbang PAD. Tahun kemarin realisasi sekitar Rp 890 juta sesuai target,” katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan PAD dari balai pengujian kir yaitu menggandeng paguyuban jip di Bromo untuk uji kir kendaraan mereka. Tujuannya, untuk memastikan keselamatan pengemudi dan wisatawan yang menggunakan jasanya. Selain untuk mengikuti aturan yang ada. Sebab, saat kendaraan tak layak dipakai untuk angkut wisatawan, bisa membahayakan.

”Nanti kami akan berusaha untuk berkomunikasi dengan paguyuban lainnya. Memberikan pemahaman pada mereka bahwa kendaraan mereka uji kir demi keselamatan bersama,” terangnya. (mas/hn)