Patenkan Kudapan Khas Kraksaan saat Masak Bareng Rudy Choirudin

KRAKSAANEvent Masak Bareng Chef Rudy Choirudin di Gedung Islamic Centre (GIC) Selasa (22/1) berlangsung meriah. Dari event tersebut, diciptakan 6 kudapan yang menjadi ciri khas Kota Kraksaan. Enam kudapan itu dicanangkan menjadi kudapan khas Kota Kraksaan oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

KUDAPAN KHAS KRAKSAAN: Chef Rudy mencicipi kudapan bikinan peserta lomba. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Enam kudapan yang dihasilkan dari event gelaran Diskominfo Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo tersebut di antaranya, Bikang Pelangi Kraksaan; Bongko Manis Kraksaan; dan Sarikaya Kraksaan. Kemudian, Kue Getuk Gulung Duo, Kue Kamir Jagung, dan minuman Es Mangga.

Tiga kudapan terakhir itu merupakan kreasi baru yang belum ada sebelumnya. Kudapan ini memanfaatkan hasil bumi yang ada di Kabupaten Probolinggo. Seperti, jagung, ketela pohon, pisang, mangga, dan bawang merah.

Tiga kudapan baru itu juga diolah dan dimasak langsung oleh Chef Rudy Choirudin dihadapan ratusan undangan yang hadir di GIC Kota Kraksaan. Bahkan, ada salah satu kuliner yang dimasak bersama Bupati Tantri, Ketua TP-PKK Nunung Timbul Prihanjoko, dan Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr. Mirrah Samiyah. Kuliner itu adalah Getuk Gulung Duo.

Dalam kesempatan itu, 6 kudapan khas Kota Kraksaan juga diikrarkan melalui penandantanganan ikrar pemanfaatan kudapan khas Kota Kraksaan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Probolinggo. Penandatanganan ikrar pemanfaatan kudapan itu, diwakili Asisten Adminstrasi Pemerintahan dan Kesra Supriadi, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan M. Sidik Wijanarko, dan Asisten Administrasi Umum Anung Widiarto.

Bupati Tantri mengatakan, sejak ditetapkan menjadi kudapan khas Kota Kraksaan, OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo wajib menyediakan minimal 2 dari 6 kudapan itu dalam setiap kegiatan. “Ketika rapat atau event, minimal menyiapkan 2 kudapan sebagai menu wajib. Dan, ini menjadi peluang bagi ibu-ibu di Kraksaan untuk membuat kudapan tersebut. Tentunya yang sehat dan enak,” katanya.

Sebelum dicanangkan dan diikrarkan, tiga kudapan yaitu Bikang Pelangi Kraksaan, Bongko Manis Kraksaan, dan Sarikaya Kraksaan dilombakan. Ada sebanyak 18 tim yang ikut serta. Mereka merupakan ibu-ibu pengurus TP-PKK dari 13 desa dan 5 kelurahan di Kecamatan Kraksaan.

Belasan tim itu dibagi menjadi 3 kelompok, sesuai tiga nama kudapan. Masing-masing kelompok menyajikan jenis kudapan sesuai nama kelompoknya. Chef Rudy Choirudin kemudian mengelilingi meja 18 tim tersebut. Ia didampingi dua juri lainnya. Yakni, Retno Wahyu Widowati dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Indah Ratnasari dari Dinas Kesehatan.

Penilaian itu dilakukan untuk mencari satu penyaji terbaik dari masing-masing kelompok atau masing-masing kudapan yang dilombakan. Dari penilaian saya, semuanya sudah bagus, enak, dan memenuhi standar. Hampir semuanya sempurna. Untuk yang belum menang jangan putus asa, tetap kreatif. Bukan lomba namanya kalau tidak ada pemenang,” ujar Chef Rudy Choirudin.

Usai menjadi juri, Chef Rudy kemudian menggelar masak bareng. Ada tiga jenis kudapan yang dimasak. Tiga kudapan baru itu, akhirnya diberi nama Kue Getuk Gulung Duo, Kue Kamir Jagung, dan minuman Es Mangga. Tiga kudapan ini, kini menjadi bagian dari 6 kudapan khas Kota Kraksaan.

Agenda masak bareng itu disaksikan sekitar 500 undangan. Di antaranya, Forkopimda, kepala OPD, termasuk peserta lomba masak kudapan, dan undangan dari unsur lainnya.

Chef Rudy mengaku bahagia bisa diundang ke Probolinggo. “Saya sudah sering diundang ke kota dan daerah-daerah lain, bahkan mancanagera. Di Probolinggo baru kali ini. Saya benar-benar bahagia. Sebab, kakek dan nenek saya dulu tinggal di Dringu. Masih banyak saudara saya di sini,” jelasnya.

“Sebelumnya saya memang sempat mbatin, ingin ke Probolinggo. Ternyata, dikabulkan dan bisa datang ke Probolinggo sungguhan. Terima kasih kepada Ibu Bupati telah mengundang saya. Sehingga, saya bisa bersilaturahmi ke Probolinggo,” imbuh Chef Rudy.

Tak hanya piawai memasak, Chef Rudy juga pandai menyelipkan joke-joke segar untuk mencairkan suasana. Bahkan, ia juga memberikan sejumlah pertanyaan terkait tips dan cara memasak yang ia peragakan, disamping pertanyaan-pertanyaan umum lainnya. Yang bisa menjawab, mendapat sejumlah bumbu sachet atau bumbu siap saji.

Suasana makin hidup tatkala pria kelahiran Surabaya ini juga menyanyikan dua lagu di akhir agenda masak barengnya. Yakni, lagu yang dipopulerkan Broery Marantika berjudul Biarlah Bulan Bicara dan lagu Terajana milik Rhoma Irama. Bahkan, Chef Rudy mengajak Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis berduet di lagu milik Broery Marantika.

“Carilah sesuatu yang kecil untuk menjadi besar. Selamat ulang tahun yang ke 9 Kota Kraksaan. Semoga sukses selalu,” ujarnya.

Bupati Tantri mengatakan, event Masak Bareng Chef Rudy itu merupakan salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan kepada warga Kabupaten Probolinggo. Khususnya Kota Kraksaan di ulang tahunnya yang ke 9 sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo.

“Pemkab ingin menjadi fasilitator bagi perempuan Kraksaan yang kreatif, tangguh, dan cerdas untuk bersama-sama membangun Kota Kraksaan menjadi kota industri kecil. Saya mengundang Chef Rudy, ingin bersama menggali budaya rakyat Kraksaan di bidang kuliner,” katanya.

Pemilihan tiga kudapan yang dilombakan itu, menurut Bupati, berdasarkan masukan dari sesepuh Kraksaan. Hasilnya, ada tiga warisan kuliner yang jadi ciri khas warisan kota Kraksaan. Yakni, Bikang, Sarikaya, dan Bongko.

Bupati Tantri juga mengisyaratkan akan kembali mengundang Chef Rudy hadir di Kabupaten Probolinggo dalam kesempatan lainnya. Tujuannya, untuk menggali warisan kuliner Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan. Warisan leluhur itu akan dibukukan dan ditetapkan menjadi menu wajib bagi OPD, camat, bahkan desa dan kelurahan.

“Bisa tahun ini atau tahun berikutnya. Saya ingin dan perlu, kita bersama-sama meninggalkan sebuah catatan warisan kuliner bagi generasi muda di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, event Masak Bareng Chef Rudy merupakan acara puncak hari jadi Kota Kraksan ke 9 sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo. “Sebelum masak bareng, diawali dengan kirab Piala Adipura, yang diserahkan oleh Bupati kepada Wabup untuk diarak keliling Kota Kraksaan sekitar 10 kilometer,” katanya.

Selain lomba kudapan khas Kota Kraksaan dan Masak Bareng Chef Rudy Choirudin, juga menampilkan stan UKM produk unggulan dari beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Kraksaan. Termasuk stan kopi organik dari Desa Watupanjang Krucil dan stan beras analog karya siswa SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan Genggong.

“Acara ini juga memperhatikan launching city branding Endless Probolinggo yang dicanangkan Ibu Bupati pada 2017 lalu dan arahan khusus untuk mem-branding Kota Kraksaan sebagai kota industri kecil,” imbuh Tutug. (uno/rf)