Inilah Pojok Baca Lapas Kelas IIB Pasuruan, Dinilai Bakal Beri Nilai Positif untuk Narapidana

Sejak Desember 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan memiliki Pojok Baca. Tempat ini pun menjadi jujukan warga binaan di waktu-waktu tertentu untuk menghabiskan waktunya dengan membaca.

FAHRIZAL FIRMANI, Purworejo

Sejumlah pria tampak berada di sebuah gazebo berukuran 3 meter kali 2 meter di Lapas Kelas IIB Pasuruan. Tak jauh dari tempat mereka duduk, ada tumpukan buku dengan berbagai judul. Mulai dari buku fiksi, ilmu pengetahuan, popular, hingga biografi sejumlah tokoh terkenal dunia.

Mereka begitu serius dengan bacaan masing-masing. Sesekali mereka terlihat berdiskusi. Namun, sejurus kemudian mereka kembali tenggelam pada buku di tangannya. Pemandangan ini rutin terlihat di sebuah gazebo di blok A Lapas Kelas IIB Pasuruan.

Sejatinya, Lapas Kelas IIB Pasuruan memiliki perpustakaan yang cukup baik sebagai tempat membaca. Lokasinya berada di sisi barat aula. Warga binaan sering membaca buku di sana saat jam istirahat.

Namun, lokasi perpustakaan jauh dari blok warga binaan. Sehingga, pengawasan kadang kurang maksimal. Karenanya, pada akhir 2018, pihaknya memilih membangun sebuah gazebo di samping Blok A.

Gazebo yang mampu memuat sampai 10 orang ini diberi nama Pojok Baca. Sejak saat itulah, warga binaan yang hendak membaca buku usai meminjam buku dari perpustakaan, diarahkan ke gazebo ini.

“Buku bacaan disediakan oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pasuruan. Pojok Baca ini kami buat juga agar warga binaan bisa refreshing,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Pasuruan Afan Sulistiono.

Pojok Baca ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 sampai 11.30. Lalu, pukul 15.00 sampai pukul 16.00. Demi keamanan dan kenyamanan warga binaan, pihak Lapas selalu menyediakan dua orang petugas untuk mengontrol mereka.

Tidak hanya berfungsi sebagai Pojok Baca, tempat ini juga bisa dimanfaatkan warga binaan sebagai tempat bertukar pikiran antara sesama warga binaan. Sehingga, keakraban dan silaturahmi mereka tetap terjaga.

Afan mengaku, selama Pojok Baca ini berfungsi, pihaknya tidak menemukan kendala maupun masalah dengan warga binaan. Menurutnya, warga binaan sudah memahami jika Pojok Baca ini murni untuk mendorong hal dan kegiatan positif. “Dengan Pojok Baca ini, kami berharap dapat berdampak positif pada warga binaan. Selain itu, ini upaya kami untuk membantu mencerdaskan mereka,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Fikri Jaya Soebing menyebutkan, tahun ini pihaknya berencana menambah Pojok Baca. Rencananya, Pojok Baca baru itu akan dibangun di Blok B. Harapannya dapat menularkan minat membaca bagi warga binaan.

Ia menilai, adanya Pojok Baca sangat positif dalam pembentukan karakter warga binaan. Diharapkan, usai mereka menyelesaikan masa tahanannya, mereka tidak sampai jatuh ke dalam kejahatan kembali. Serta, dapat menjadi masyarakat yang berguna. “Dengan membaca, pikiran mereka jadi terbuka. Dari situ timbul ide-ide kreatif yang mungkin bisa diimplementasikan saat kembali terjun di masyarakat,” ujar Fikri. (rud/fun)