Protes Data Pemilih Ganda, Puluhan Mahasiswa Lurug Kantor KPU

PASURUAN – Puluhan mahasiswa melurug kantor KPU Kota Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jumat (17/01). Mereka protes karena hingga saat ini masih ditemukan kegandaan data pemilih di Kota Pasuruan.

SOROTI PEMILU: Aksi itu dilakukan lantaran mahasiswa menilai masih ada data ganda pemilih di Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar 25 massa yang tergabung dalam PMII Pasuruan itu mendatangi kantor KPU pukul 14.00. Mereka membawa sejumlah poster berisikan nada protes. Selain itu, pendemo juga memanggul potongan bambu yang diselimuti kain berwarna putih.

Benda yang menyerupai keranda mayat itu bertuliskan KPU. Dalam orasinya, Ahmad Ghozi mengutarakan bahwa keranda mayat itu sebagai simbol kinerja KPU saat ini. Terlebih, jika tak segera menyelesaikan kegandaan data sebagaimana yang mereka protes.

“KPU sekarang seperti keranda yang kami bawa. Hanya tinggal gedung, tapi semangat untuk melaksanakan demokrasi yang baik tidak ada,” cetus Ghozi.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar KPU segera menindaklanjuti temuan data ganda. Karena pelaksanaan Pemilu 2019 sudah tersisa 89 hari lagi.

Tuntutan itu disampaikan agar data pemilih di Kota Pasuruan valid. Sehingga, tidak ada kecurangan yang berpotensi terjadi saat pemungutan suara berlangsung.

Sementara, Badrudin Zuhri juga menyampaikan kekhawatirannya. Dalam orasi yang disampaikan, Zuhri menyebut temuan Bawaslu sebanyak 35 data. Akan tetapi, sampling yang dilakukan Bawaslu hanya sebesar 5 persen.

“Karena itu tidak menutup kemungkinan masih banyak data yang ganda dalam DPT,” ujarnya.

Ia lantas membeberkan potensi kecurangan yang perlu diantisipasi KPU sebagai penyelengaran pemilu. Ia menguraikan, dengan adanya data ganda, maka potensi pemilih untuk mencoblos lebih dari satu kali akan lebih besar.

Setelah orasi berlangsung sekitar 30 menit, massa meminta seluruh komisioner KPU keluar untuk menemui mereka. Kelima komisioner pun menuruti permintaan mereka. Bahkan, massa sempat bersitegang lantaran menolak untuk diajak berdialog di kantor KPU.

Ketua KPU Kota Pasuruan Fuad Fatoni sempat menyampaikan, apabila massa mau berdialog di ruangan, maka aspirasi yang disampaikan akan lebih jernih. Namun, permintaan Fuad itu tak diindahkan massa.

“Kami minta KPU terbuka, jadi dijelaskan di sini saja,” kata seorang mahasiswa.

Fuad pun menegaskan, pihaknya akan sangat terbuka menjelaskan proses penyusunan data pemilih. “Namun, keterbukaan itu bukan berarti bisa disampaikan di luar ruangan seperti ini. Mari kita masuk ke dalam, akan dijelaskan lebih rinci prosesnya,” jelasnya.

Meski begitu, massa enggan melunak. Hingga kemudian, Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data A Sofyan Sauri menjelaskan, proses penyusunan data pemilih di hadapan massa.

Menurut Sofyan, pihaknya memang sempat menerima kiriman data ganda dari tim pemenangan Paslon Capres-Cawapres nomor urut 02. “Sekitar 65 ribu data ganda yang dikirimkan tim paslon nomor urut 02. Proses pengecekannya saat ini masih berlangsung. Karena NKK dan NIK data yang terindikasi ganda itu tertutup kode bintang pada enam digit terakhir,” jelas Sofyan.

Meski begitu, Sofyan menegaskan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti data yang terindikasi ganda itu. Hanya saja, prosesnya tak akan mengubah jumlah daftar pemilih tetap yang sudah ditetapkan dalam DPTHP-2.

“Kalau memang ada kegandaan dalam dpt yang sudah ditetapkan, nanti akan ditandai dalam hardcopy tanpa mengubah dpt yang sudah ditetapkan sebanyak 147.500. Dengan tanda itu, kami pastikan tidak ada pemilih yang bisa mencoblos lebih dari sekali karena KPPS tidak akan memberikan form C6,” pungkasnya. (tom/fun)