Bupati Bakal Klarifikasi Pejabat yang Pakai Jaket Partai saat Umrah

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari berencana akan memanggil Kabag Humas Pemkab Probolinggo Heri Mulyadi. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk mengkonfirmasi mengenai beredarnya foto Heri Mulyadi, yang sempat bikin heboh di media sosial karena memakai jaket partai Nasdem.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Pemanggilan tersebut, dikatakan Bupati, untuk mengklarifikasi. Sebab, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), semestinya harus netral.

“Saya masih belum mengkonfirmasi. Orangnya kan masih umrah. Nanti sepulang dari umrah saya akan mengkonfirmasinya,” ujar bupati yang akrab disapa Tantri tersebut.

Beredarnya foto Heri Mulyadi yang mengenakan jaket partai dan bertuliskan nama salah seorang caleg itu beberapa hari ini menjadi buah bibir masyrakat Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, foto tersebut diunggah yang bersangkutan ke akun media sosial pribadinya.

Menurut, bupati jika ada pelanggaran yang ditemukan nanti, maka ASN yang bersangkutan akan dijatuhi sanksi administratif. “Yang bersangkutan umrah itu tentunya sudah ada izin dari bupati. Nah, terkait dengan masalah kepatutan, ada sanksi administrasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat Fathul Qorib, menyebutkan masih belum jelas kapan akan memanggil yang Heri Mulyadi. Menurutnya, pihak Bawaslu akan memanggil jika yang bersangkutan telah pulang dari menjalankan ibadah umrah dari tanah suci.

“Masih belum. Dia (Heri Mulyadi) kan ibadah ya. Jadi tidak langsung dipanggil. Nanti setelah selesai semua, baru akan kami lakukan pemanggilan untuk memintai keterangan yang bersangkutan perihal motif kenapa sampai upload foto itu,” jelas ketua Bawaslu itu.

Menurutnya, pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan perkara ini sebagai temuan. Menurutnya, pihaknya masih akan melakukan investigasi. Sebab, untuk menyimpulkan perkara ini sebagai temuan, maka pihaknya harus melengkapi bukti administrasi.

“Nanti itu semua yang akan kami lakukan. Bukti yang kami kumpulkan itu untuk melengkapi sarat formil dan materilnya. Baru setelah itu semua terpenuhi bisa kami simpulkan sebagai temuan,” tandasnya.

Lebih lanjut, nantinya yang akan dipanggil bukan cuma satu orang saja. Melainkan ada orang lain yaitu akan dipanggil sebagai saksi. “Tentunya nanti ada orang lain yang mengetahui kejadian itu kami panggil juga. Tetapi itu hanya sebagai sanksi saja,” terangnya. (sid/fun)