Warga Sukolilo Laporkan Penyelewengan DD ke Kejari, Begini Kata Kades

BANGIL – Puluhan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, melurug Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Rabu (16/1). Sekitar 20 warga itu menanyakan terkait progres laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di desanya.

Puluhan warga ini mendatangi Kejari sekira pukul 12.00. Wartono, 42, salah satu perwakilan warga mengatakan, pihaknya melaporkan terkait dugaan penyelewengan dana desa ini sejak Agustus dan Oktober 2018.

“Tak hanya ke Kejaksaan, tapi juga ke kecamatan. Tapi, karena kami belum puas dan belum ada tindak lanjut, hari ini (Rabu) kami datang ke Kejaksaan untuk menanyakan progresnya,” ujarnya.

Menurutnya, Kepala Desa Sukolilo Wiwik Wilujeng diduga menyelewengkan dana desa sejak 2017-2018. Sebab, sejak dua tahun itu hampir semua proyek di desanya dikerjakan oleh suami Wiwik. “Termasuk setelah warga selidiki, ada perbedaan anggaran untuk pekerja hingga dipotong separo. Padahal, yang seharusnya dibayar harian, ternyata borongan. Ini, yang membuat warga curiga,” ujarnya.

Selain itu, selama dua tahun terakhir Wiwik juga dinilai tidak transparan saat melakukan perencanaan pembangunan di desa. Dalam rapat perencanaan pembangunan desa, tidak semua anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diundang.

Karenanya, sejak pertengahan Agustus 2018, warga melaporkan dugaan ini ke pemerintah kecamatan, termasuk ke Kejaksaan. Namun, sejauh ini warga mengaku belum mendapatkan kabar terkait laporannya. Di Kejaksaan, perwakilan warga ini ditemui Jaksa Pidsus Kejari Bangil Laodetapri Made.

Made mengatakan, pihaknya masih menunggu penyelidikan dari Inspektorat Pemkab Pasuruan. “Jika sudah ada hasilnya dan terindikasi ada tindak pidana korupsi, maka akan segera kami panggil kepala desa ke Kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Sukolilo Wiwik Wilujeng menegaskan, dugaan warga tidak benar. Ia mengaku, sudah mengamanahkan dan menjalankan APBDes dengan transparan, baik, dan benar.

“Termasuk tidak keluar dari prosedur dan koridor APBDes 2017 dan 2018,” ujarnya. (eka/rud)