Tahun Ini PAD Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Harus Tembus Rp 1 M

CEK: Petugas di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Pasuruan melakukan tes pengecekan sasis dalam proses pengujian kendaraan bermotor. UPT ini juga dibebankan bisa memberikan pendapatan asli daerah yang cukup besar di tahun 2019. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOSARI – Selain sektor parkir, pengujian kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Pasuruan juga mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Di sektor ini, PAD retribusi pengujian kendaraan bermotor, Dinas Perhubungan setempat menargetkan angka Rp 1 miliar.

“Target PAD PKBnya pasti naik jika dibandingkan tahun kemarin. Untuk yang sekarang minimal Rp 1 miliar, atau lebih sedikitlah,” kata kepala UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Pasuruan Julianto, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon Selasa (15/1).

Untuk target di sektor ini, instansinya pasang nilai lebih besar atau naik sedikit dibandingkan dari tahun lalu. Dengan pertimbangan potensi kendaraan yang ada dilapangan, baik kendaraan mobil barang ataupun angkutan orang hingga kendaraan khusus lainnya, seperti PMK, truk muat cor semen dan sebagainya.

Selain itu, tak hanya kendaraan asal Kabupaten Pasuruan saja yang diuji. Tapi juga dari daerah luar pun ada, dengan syarat ada rekomendasi dari instansi terkait di daerah asal.

“Daerah ini kan banyak industri, tentunya banyak kendaraan yang ikut pengujian kendaraan bermotor. Masing-masing kendaraan tiap enam bulan sekali, atau setahunnya dua kali,” bebernya.

Adapun lokasi pengujiannya bertempat di kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor berada di Wonorejo. Terdiri dari uji pengamatan langsung, sorot dan pancar lampu, sasis, bagian bawah kendaraan atau sasis. Kemudian tingkat kebisingan atau klakson, pengereman dan lain sebagaianya.

“Biaya tarif retribusinya sudah diatur dalam perda, pembeda nilai tarifnya ada di kendaraan baru dan lama. Kemudian jumlah berat beban (JBB) yang diperbolehkan,” ungkapnya. (zal/fun)