Mantu, Dimas Kanjeng Pulang ke Padepokannya Empat Jam

GADING – Dimas Kanjeng Ta’at Pribadi Rabu pagi (16/1), kembali pulang ke Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Cengkalek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Namun, kepulangannya itu hanya sesaat.

Kehadiran pria yang sempat menggegerkan publik karena kasus penggandaan uang itu, hanya sebagai wali nikah dari anaknya. Ya, Rabu pagi Dimas Kanjeng Taat Pribadi mantu.

Putrinya Syarifatul Wahidah menikah dengan pria asal Massar, Uci Rahmat Amiruddin. Dimas Kanjeng datang ke padepokannya sekitar pukul 06.30. Ia hadir dengan mengenakan batik warna merah dan mengenaikan peci warna hitam berbalut surban.

Dimas Kanjeng sebelumnya meminta izin kepada kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham). Terpidana kasus pembunuhan dan penipuan itu saat ini tengah menjalani hukuman di lapas kelas I Medaeng Sidoarjo.

Lantaran itu, saat datang ke padepokannya, Dimas Kanjeng dikawal delapan orang petugas Rutan. Ia berada di acara pernikahan sendiri sekitar 4 jam. Ia kembali ke Rutan Medaeng sekitar pukul 10.30.

Kapolres probolinggo AKBP Eddwi Kurniyawan mengatakan, kedatangan Dimas Kanjeng ke acara pernikahan anaknya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dimas Kanjeng disebutkan mengajukan izin kepada Kemenkumham. Sehingga, kemudian diperbolehkan datang menjadi walimatul nikah sang putri.

“Yang bersangkutan mengajukan izin. Makanya diperbolehkan untuk menghadiri acara tersebut. Itupun, ia juga dikawal oleh pihak rutan dan juga kami memback-up pengalawannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak polres sendiri dalam menyiapkan pengamanan terhadap dimas kanjeng menyiapkan sekitar 280 personel. Para personel itu disiapkan di sekitaran acara resepsi pernikahan yaitu di sekitar padepokan dimas kanjeng taat pribadi (PDKTP). Hal itu, tentunya karena pengikutnya yang banyak. Sehingga, pengamanan harus diperketat.

“Pengamanan berjalan lancar. Tidak terjadi apapun sampai Dimas Kanjeng kembali ke rutan Medaeng,” tuturnya.

Di lokasi sendiri, Dimas Kanjeng saat memasuki tenda pengantin. Ia sempat menyapa sejumlah pengikutnya. Ia tampak bahagia saat mendatangi pernikahan putri sulungnya itu.

Begitupun kedua mempelai. Dengan kedatangan sang ayah, kebahagiaan mereka bertambah. Mesekipun, hal itu hanya sebentar saja. Sebab, Dimas Kanjeng haru kembali ke rutan Medaeng untuk menjalani hukuman dari kasus yang menjeratnya. (sid/mie)