Wuzz, 24 Atap Kios Kedungboto Disapu Puting Beliung

BEJI – Angin puting beliung yang terjadi Minggu (13/1) malam, menyebabkan 24 atap seng di kios Kedongboto, Desa Kedongboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, lepas. Akibatnya, kios itu kini tanpa atap. Pihak desa berencana segera melakukan perbaikan agar kios segera bisa difungsikan.

Mashuri, 49, warga Desa Kedungboto mengatakan, saat kejadian, wilayah Beji memang dilanda hujan deras disertai angin kencang. “Sekitar pukul 22.00, tiba-tiba juga ada puting beliung. Saya lihat pas di warung depan kios ada angin puting beliung datang dari arah utara,” ujarnya.

Keberadaan angin puting beliung ini membuatnya ketakutan. Angin puting beliung itu terlihat menyapu atap kios tersebut. Semua atap seng lepas dan jatuh di depan halaman kios. Angin tersebut hanya terjadi sekitar 5 menit.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo Senin (14/1), seng-seng dan galvalum sendiri sudah dirapikan di depan kios. Rencananya, atap bangunan bakal segera diperbaiki.

Subandi, kades Kedungboto membenarkan bahwa atap seng di kios memang porak-poranda setelah terkena angin puting beliung. “Namanya juga bencana, jadi tidak bisa dihindari. Sehingga, atap dari galvalum dan seng lepas semua,” terangnya.

Pengerjaan kios Kedungboto sendiri memang baru berjalan 85 persen. Masih ada 7 kios yang belum terpasang pintu harmonika. Target awal semua sudah harus selesai pada akhir Januari ini. Anggaran pembangunannya bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 528 juta. Kios-kios itu digunakan untuk pasar ikan asap yang menjadi ikon Desa Kedungboto.

Namun, karena atap lepas semua, otomatis desa berencana menambah anggaran untuk perbaikan atap. “Kami akan bicarakan dengan BPD, ini lantaran perbaikan atap dan galvalum kurang lebih membutuhkan anggaran Rp 20-30 juta,” terangnya. Dengan bencana puting beliung ini, desa sendiri memundurkan target pengerjaan pada bulan Maret mendatang. (eka/rf)