229 Guru di Kabupaten Probolinggo Bakal Pensiun Tahun Ini

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo tahun ini bakal kembali kekurangan ratusan guru. Pasalnya, selama tahun ini setidaknya ada sekitar 229 guru PNS yang bakal pensiun.

Oleh karena itu, pemkab berharap segera ada kepastian soal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 2.500 guru PNS yang didominasi guru SD. Nah, tiap tahunnya pasti ada guru PNS yang pensiun. Termasuk tahun ini ada sekitar 229 guru PNS yang akan pensiun. Dengan begitu, jumlah guru bakal berkurang.

“Kalau melihat dari NIP, ada 229 guru PNS yang akan pensiun. Belum termasuk guru yang mengalami musibah meninggal,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (14/1).

Dewi –sapaan akrabnya– menjelaskan, tahun kemarin pemkab telah melakukan terobosan dengan pengangkatan guru honorer menjadi SK Bupati. Dimana, tahun ini pihaknya tidak bisa mengadakan rekrutmen tenaga guru SK Bupati karena ada program dari pemerintah berupa PPPK. Dimana, pihaknya berharap PPPK itu bisa segera ada kepastian. Sehingga, bisa menutupi kekurangan atau kekosongan guru di sejumlah lembaga.

“Selama ini, kekurangan guru PNS di lembaga pendidikan dibantu guru honorer SK Bupati. Kini, kami menunggu kepastian dari pemerintah pusat soal pengumuman PPPK,” terangnya.

Dengan adanya pengumuman PPPK, dikatakan Dewi, nantinya bisa memberikan ruang pada calon guru untuk ikut mendaftar. Sehingga, kekosongan dan kekurangan guru yang terjadi di sejumlah lembaga, dapat teratasi. Tetapi, semua itu masih melihat jatah PPPK dari pusat untuk Kabupaten Probolinggo. ”Kita masih menunggu petunjuk dan aturan yang jelas soal PPPK. Termasuk kuota atau jatah PPPK yang akan diterima,” ungkapnya. (mas/rf)