11 Ribu Anak di Kota Pasuruan Belum Miliki KIA

PASURUAN – Kesadaran sebagian warga Kota Pasuruan untuk mengantongi kartu identitas anak (KIA) terbilang tinggi. Namun, sejauh ini masih tersisa 20 persen anak di Kota Pasuruan belum mempunyai KIA.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pasuruan Suhari mengatakan, jumlah anak di Kota Pasuruan mencapai 58.581 jiwa. Sedangkan, anak yang telah mengantongi KIA mencapai 47.293 orang.

“Sebagian besar sudah memiliki KIA. Yang belum memiliki jumlahnya 11.288 jiwa atau 19,27 persen dari jumlah anak,” terangnya.

Menurutnya, sebagian di antara anak yang masih belum memiliki KIA itu terdiri atas pelajar yang sudah duduk di sekolah lanjutan. Seperti, SMP dan SMA. “Pola pikir mereka kan sudah beranjak dewasa. Jadi, dirasa tidak perlu mengurus KIA karena akan punya KTP,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya menyukseskan program KIA untuk setiap anak di Kota Pasuruan. Bentuknya dilakukan melalui koordinasi dengan sekolah. Dengan begitu, proses pendataan anak yang mendaftar KIA dilakukan di sekolah. Selanjutnya, perekaman dilakukan setelah pendataan selesai.

Menurutnya, kepemilikan KIA bagi setiap anak cukup penting. “Dengan memiliki KIA, kedudukan setiap anak di depan administrasi negara sudah seperti orang dewasa,” katanya.

Ia menambahkan, anak yang sudah memiliki KIA juga berbeda dengan anak yang belum memiliki KIA. Perbedaan itu, kata Suhari, berkaitan dengan data identitas setiap anak yang juga termasuk warga negara. Selain itu, KIA juga akan sangat efektif untuk proses pendaftaran anak di sekolah.

“Misalnya kemungkinan terburuknya anak itu berada di wahana wisata lalu tersesat dari rombongan keluarganya. Proses identifikasinya lebih mudah karena dalam KIA itu sudah ada data nama dan alamatnya,” jelasnya. (tom/rud)