Dikira Maling Motor, Warga Probolinggo Dihajar di Nguling

NGULING – Dua warga Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Abdul Fatah dan Junaidi menjadi bulan-bulanan warga. Mereka dikira maling sepeda motor ketika berada di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Syukur aksi massa berhasil diredam anggota Polsek Nguling.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (12/1) lalu, sekitar pukul 21.30. Aksi main hakim ini bermula dari salah paham antara kedua pemuda itu dengan korban Ismail, warga Desa Sumberanyar. Salah paham ini dipicu perkara blayeran sepeda motor.

Saat itu, Ismail mengendarai motor dari timur di Jalan Raya Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Sesampai di Jalan Raya Mangkrengan, Kecamatan Grati, Ismail menyalip Abdul Fatah yang berboncengan dengan Junaidi. Ketika menyalip itu, Ismail memblayer motornya.

Rupanya aksi itu membuat Abdul Fatah dan Junaidi tersinggung. Mereka pun mengejar Ismail. Mereka berhasil menemukan Ismail di Jalan Raya Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling. Keduanya lantas menendang motor Ismail hingga terjatuh.

Mendapati itu, Ismail meneriaki Abdul Fatah dan Junaidi maling. Mendengar itu, warga berdatangan dan menangkap keduanya. Abdul Fatah dan Junaidi menjadi bulan-bulanan warga. Aksi ini mereda setelah sejumlah anggota Polsek Nguling mendatangi lokasi kejadian.

Kanitreskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro mengatakan, pengeroyokan itu murni karena kesalahpahaman. Pihaknya juga sudah mempertemukan Ismail dengan Abdul Fatah untuk dimediasi. Hasilnya, mereka berdamai.

“Salah paham. Tidak ada aksi pencurian. Teriakan maling itu spontan keluar dari korban karena merasa terancam. Cuma kedua pihak sudah berdamai,” ujarnya. (riz/fun)