Penganiayaan Ibu Baru Melahirkan, Polisi Periksa Tiga Saksi

MAYANGAN – Penyidik Polres Probolinggo memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan penganiayaan pada Novi Anggraeni, 30, warga Jl KH Hasan Genggong, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Tiga saksi itu adalah saksi korban (Novi). Serta dua saksi lain. Yakni Astutik dan Farida, tetangga korban yang melihat kejadian pengeroyokan itu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menyebut, sebelumnya pihaknya sudah memeriksa saksi korban. Dan, Jumat (11/1) dua saksi yang mengetahui kejadian tersebut juga diperiksa.

Selanjutnya, pihaknya akan memanggil saksi keluarga sebagai tambahan. “Kami panggil dua saksi tadi (Jumat, Red.) yang tahu kejadian tersebut. Selain itu, kami masih akan panggil lagi saksi dari pihak keluarga,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya menunggu hasil visum korban dari RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. Visum tersebut digunakan untuk memperkuat bukti jika ada tindak kriminal.

Korban sendiri melaporkan dugaan penganiayaan setelah dikeroyok tiga tetangganya, Rabu (9/1). Korban yang baru melahirkan anak ke duanya itu, melaporkan empat tetangganya. Yaitu, tiga perempuan yang mengeroyok dirinya dan satu lelaki yang menjaga di pintu depan rumahnya.

Mereka adalah IR, 37 dan GF, 30 yang merupakan pasangan suami-istri. Lalu SU, 45 dan BB, 40, yang merupakan bibi IR. Diduga, pengeroyokan itu dipicu oleh masalah asmara.

Akibat kejadian itu, korban luka lebam di wajah, pinggul, serta telinga. Bahkan, akibat dicakar telinganya, anting yang dikenakan hilang. (rpd/hn)