Ujian SD-SMP Bersamaan, Rencana UNBK SD Serentak Terancam Gagal

MAYANGAN–Ujian akhir SD dan SMP dipastikan dilakukan dalam waktu bersamaan. Yakni 22-25 April 2019. Jadwal ujian yang bersamaan ini, diperkirakan akan memunculkan kendala di Kota Probolinggo.

Penyebabnya, karena Disdikpora berencana melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi jenjang SD maupun SMP. Secara teknis, sebagian SD direncanakan akan meminjam komputer milik SMPN terdekat saat UNBK digelar.

Rencana ini dibuat karena sebelumnya diperkirakan, ujian akhir untuk tingkat SD dan SMP digelar dalam waktu berbeda. Sehingga, SD bisa meminjam komputer milik SMP terdekat.

Namun, kenyataannya, ujian SD dan SMP akan digelar bersamaan. Lama ujian saja yang berbeda. Ujian SMP digelar 22-25 April SMP, sementara ujian SD digelar 22-24 April.

“Jadwal ini menjadi kendala karena di Kota Probolinggo akan melaksanakan UNBK bagi SD dan SMP,” ujar Budi Wahyu Rianto, kabid Pendidikan Dasar, Disdikpora Kota Probolinggo.

Dengan jadwal ujian yang bersamaan, rencana menggelar UNBK tidak akan bisa dilakukan. Karena itulah, Disdikpora Kota Probolinggo menyurati Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) terkait pelaksanaan ujian itu.

“Kami mengajukan agar ujian SD digelar tanggal 26, 27, dan 30 atau setelah ujian SMP digelar. Kalau diajukan seminggu sebelum tanggal 22, sulit dilakukan karena ada pemilu tanggal 17 April. Sedangkan Mei sudah masuk bulan puasa,” ujarnya.

Saat ini Disdikpora masih menunggu jawaban dari BSNP. Menurutnya, penting bagi SD melaksanakan  UNBK untuk meningkatkan kualitas penilaian dalam pelaksanaan ujian sekolah.

Jika terealisasi, UNBK SD ini adalah yang pertama dilakukan. Sebelumnya, UNBK hanya dilakukan oleh SMP.

Namun, memang tidak semua SD mendapat bantuan komputer karena anggaran pemkot terbatas. “SD yang belum mempunyai komputer bisa meminjam dari SMP terdekat yang telah difasilitasi komputer,” ujarnya. (put/hn)