Penertiban APK di Sumber Banteng Diprotes Warga, Ini Pemicunya

KEJAYANUpaya Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kejayan, Kabupaten Pasuruan, menertibkan sejumlah alat peraga kampanye (APK) di Kecamatan Kejayan, tak berlangsung mulus. Rabu (9/1) malam, petugas sempat diprotes warga saat menertibkan APK milik salah satu calon legislatif (caleg).

Sebelumnya, petugas telah menertibkan puluhan APK yang tersebar di Jalan Raya Kejayan. “Kurang lebih ada 67 APK berupa baliho dan spanduk. Serta, 8 bahan kampanye berupa bendera yang ditertibkan tadi malam,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan M. Nasrup.

Namun, penolakan terjadi saat petugas menertibkan salah satu APK milik caleg DPRD Kabupaten Pasuruan di Desa Sumber Banteng.

Tiba-tiba petugas didatangi seorang pria yang langsung melontarkan teriakan kepada petugas. Warga itu protes karena dinilai tidak ada pemberitahuan sebelum APK itu ditertibkan.

Menurut Nasrup, insiden yang mewarnai penertiban di Kejayan itu hanya kesalahpahaman saja. “Sebelum bertindak sudah kami telusuri mana saja yang tidak sesuai ketentuan. Kami punya dokumentasinya,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya tetap menertibkan setiap APK yang dipasang tidak sesuai aturan. Seperti, dipasang di area tempat ibadah, lembaga pendidikan, sarana pemerintah, dan dipaku di pohon. Penertiban juga rutin dilakukan sekali dalam dua pekan.

“Setelah didata, kami beri surat ke parpol yang APK-nya tidak sesuai aturan melalui PAC kalau di tingkat kecamatan. Suratnya sudah disampaikan tiga hari sebelum kegiatan penertiban ini,” jelasnya.

Lantaran sempat ada penolakan, pihaknya juga sempat mendatangkan pengurus PAC salah satu parpol terkait. “Mungkin yang tidak terima itu dari tim sukses salah satu caleg. Seolah tidak terima ketika APK-APK itu ditertibkan. Setelah kami klarifikasi ke PAC malam itu juga, sudah klir. Pihak PAC juga sudah membenarkan kalau ada pemberitahuan,” ujarnya.

Puluhan APK itu kemudian dibawa ke kantor Bawaslu untuk diamankan sementara. Nasrup menjelaskan, pihaknya hanya menertibkan APK yang dipasang tak sesuai aturan. Sehingga, pihak peserta pemilu atau tim sukses caleg yang APK-nya ditertibkan tetap bisa mengambilnya lagi.

“apk itu juga butuh modal. Jadi, pasti dikembalikan, namun dengan catatan harus membuat surat pernyataan agar lokasi dan teknis pemasangannya lebih menaati aturan,” ujarnya. (tom/rud)