Soroti Pelayanan, Massa Lurug Kantor PLN Area Pasuruan

PURWOREJO – Puluhan massa melurug Kantor PLN Area Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan/ Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Rabu (9/1), mereka berunjuk rasa lantaran menilai pelayanan PLN selama ini buruk dan merugikan masyarakat.

Massa yang merupakan gabungan dari sejumlah LSM di Kota dan Kabupaten Pasuruan, itu datang sekitar pukul 11.00. Mereka langsung melakukan orasi di depan kantor PLN Area Pasuruan. Sejumlah aparat kepolisian bersiaga memperketat penjagaan selama unjuk rasa. Dalam orasinya, massa meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan PLN.

“Jika ada pelanggan yang telat membayar satu atau dua bulan saja, langsung diputus tanpa ada konfirmasi. Baik melalui surat peringatan pertama, ke dua, dan tiga,” ujar salah satu orator, Ayi Suhaya.

Ia meyayangkan upaya itu dilakukan PLN yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semestinya, PLN bisa melayani pelanggannya dengan baik. “Sangat disayangkan karena sebagai BUMN seharusnya prorakyat. Kami telat bayar, diputus. Namun, jika listrik padam tidak ada pemberitahuan,” ujarnya.

Sekitar 15 menit berselang, pihak PLN meminta perwakilan massa masuk untuk audiensi. Mereka diarahkan berdialog di ruang pertemuan di lantai dua. Emosi massa meluap setelah mengetahui yang menemui mereka bukan dari jajaran manajer PLN.

“Kami minta manajer area yang menemui, yang berdialog. Agar pemangku kebijakan bisa tahu dan persoalan ini bisa segera selesai,” ujar salah satu perwakilan massa, Rahmad Cahyono.

Massa juga langsung keluar dari ruang pertemuan setelah mendorong salah satu meja di ruang pertemuan itu hingga terbalik. “Kami cukup menyayangkan apa yang terjadi. Namun, kami memahami emosi mereka,” ujar Account Excecutive PLN Area Pasuruan, Yakobus Wiratno.

Dia membeberkan, apa yang menjadi keluhan massa semestinya bisa disampaikan melalui forum yang digelar. Tapi, Yakobus mengaku tak bisa berbuat banyak ketika massa meminta bertemu langsung dengan Manajer PLN Area Pasuruan Agus Setiono.

“Sebetulnya kami sudah punya iktikad baik untuk menerima mereka. Namun, mereka minta bertemu dengan Pak Agus. Kebetulan Pak Agus sekarang masih ke Surabaya. Maksud kami dengan forum tadi, kami bisa menampung apa yang menjadi keluhan mereka. Kalau nanti bisa kami jawab, kami jelaskan, kalau tidak, ya kami sampaikan ke Pak Agus,” ujar Yakobus.

Karena permintaannya belum dipenuhi, massa kemudian bergeser ke kantor DPRD Kota Pasuruan di Jalan Balaikota. Mereka meluapkan keluhannya kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Imam Syahlawi dan Anggota Komisi 1, Farid Misbah.

Rahmad Cahyono mengungkapkan, pihaknya tak serta-merta memutuskan turun jalan. Sebelumnya, kata Yono, sudah banyak keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan PLN.

“Kami juga lakukan kajian di beberapa wilayah. Di Gondangwetan, Winongan, dan Pandaan, ternyata keluhannya sama. Sekarang kami minta dewan bisa menjembatani menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Sementara, Imam Syahlawi mengaku, pihaknya akan berupaya memfasilitasi pertemuan antara massa dengan PLN dalam waktu dekat. “Tapi, kami juga perlu persiapan, tidak bisa hari ini. Sebelum audiensi kami gali informasi dulu ke PLN, sehingga saat audiensi nanti digelar kita sama-sama paham regulasi yang diberlakukan PLN,” ujarnya. (tom/rud)