Rusak Terdampak Proyek Tol, Jalan K.H Mansyur Direhab dengan DAK

BERDEBU: Sejumlah pengendara melintas di Jalan K.H. Mansyur, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, yang rusak parah. Jalan ini direncanakan akan diperbaiki mulai Maret 2019. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Pasca pengerjaan pembangunan jalan tol Gempol-Pasuruan, Pemkot Pasuruan akan memperbaiki kerusakan Jalan K.H. Mansyur. Sebab, jalan di Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, ini rusak parah karena banyak dilintasi kendaraan proyek. Targetnya, jalan ini mulai bisa digarap pada Maret 2019.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Akung Novajanto mengatakan, perbaikan Jalan K.H. Mansyur dikerjakan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019. Sebelumnya, pihaknya telah mengajukan anggaran ke Kementerian PUPR. “Akhir Desember 2018 usulan kami disetujui. Anggaran perbaikan Jalan Kiai Mansyur senilai Rp 6 miliar,” ujarnya, Rabu (9/1).

Anggaran perbaikan jalan ini memang cukup besar. Sebab, perbaikan yang akan dikerjakan tidak hanya untuk pengaspalan. Namun, juga rekondisi jalan dengan cara mengganti struktur lapisan aspal sepanjang 1,5 kilometer.

Kerusakan jalan ini terbilang cukup parah. Terutama mulai depan SMP 8 Kota Pasuruan hingga depan SMK 2 Kota Pasuruan. Akung mengatakan, kondisi jalan di kawasan itu sering ambles. Sehingga, perbaikan jalan di kawasan itu akan di-rigid. “Kerusakannya parah dan melihat kontur tanahnya tidak bagus. Nanti akan di-rigid sekitar 300 hingga 400 meter agar tidak cepat rusak,” ujarnya.

Akung membeberkan, selain memperbaiki jalan, pihaknya juga akan menyertakan perbaikan bahu jalan serta drainase. Itu, juga diperlukan untuk memperlancar saluran air. Sehingga, tidak terjadi luapan air ke permukaan jalan yang dapat merusak kondisi jalan ketika memasuki musim hujan. “Saat ini masih tahap perencanaan. Target kami bulan Maret sudah masuk lelang, sehingga pekerjaan ini dapat segera dilakukan,” harapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan Lukman Hakim mengaku, pihaknya sempat menyarankan Pemkot berkomunikasi dengan PT Wijaya Karya selaku pelaksana Tol Gempol-Pasuruan seksi 3A. “Sudah saya sampaikan sebelum pekerjaan tol agar Pemkot ada persiapan pasca pekerjaan tol dipastikan kondisi jalan rusak. Harapannya saat itu ada sharing anggaran perbaikan sebagai kompensasi dari pelaksana proyek tol,” katanya.

Namun, karena upaya itu tak dilakukan, kini Lukim –sapaannya akrab Lukman Hakim- berharap Pemkot dapat melibatkan dewan. “Kami harap perencanaan itu juga disampaikan ke Komisi III agar kami bisa sama-sama mengevaluasi pekerjaan itu meski anggarannya dari pusat,” ujarnya. (tom/rud)