9 Kelurahan di Kota Pasuruan Belum Bebas Kumuh

BELUM BEBAS: Rumah warga berjejer di Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Sejauh ini di kelurahan ini masih terdapat kawasan kumuh. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Jumlah kawasan kumuh di Kota Pasuruan terus berkurang. Namun, sejauh ini dari 34 kelurahan, masih ada 9 kelurahan yang di dalamnya terdapat kawasan kumuh. Selama tiga tahun terakhir, ada dua kelurahan yang bebas dari kawasan kumuh.

Pada 2015 lalu, dari 34 kelurahan, 11 kelurahan di antaranya masih tergolong kawasan kumuh. Sebelas kelurahan itu berada di Kecamatan Panggungrejo dan Gadingrejo.

Meliputi, Kelurahan Trajeng, Ngemplakrejo, Kebonsari, Kandangsapi, Bugul Lor, dan Mayangan. Serta, Kelurahan Mandaranrejo, Panggungrejo, Bangilan, Tambaan, dan Gadingrejo.

Kabid Kawasan Permukiman di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Maf’udi Dja’far mengatakan, penanganan kawasan kumuh itu sudah dilakukan sejak 2015. Saat itu, luas lahan dari 11 kelurahan yang dinyatakan kumuh mencapai 80,87 hektare.

“Dari tahun ke tahun capaian penanganan kumuh terus meningkat. Sehingga, luas lahan kumuh di Kota Pasuruan juga semakin berkurang,” ujarnya, Rabu (9/1).

Pada tahun pertama, Pemkot Pasuruan menurunkan kawasan kumuh seluas 7,25 hektare. Pada 2016, luas lahan di kawasan kumuh berkurang 15,71 hektare dan pada 2017 berkurang 16,23 hektare. Tahun 2018 berkurang 7,82 hektare. “Total penanganan selama empat tahun mencapai 47,02 hektare,” ujarnya.

Uung membeberkan, sejauh ini masih ada dua kelurahan yang memiliki kawasan kumuh tertinggi. Yakni, Kelurahan Ngemplakrejo seluas 10,84 hektare dan Kelurahan Mandaranrejo seluas 6,16 hektare. Selebihnya, luas kumuh berkisar antara 0,67 hektare hingga 2,99 hektare.

“Saat ini juga ada dua kelurahan yang sudah bebas kumuh. Kelurahan Mayangan dan Bangilan, sudah nol luas lahan kumuhnya,” ujarnya. (tom/rud)