Jembatan Darurat di Andungbiru Sudah Bisa Dilalui Mobil

TIRIS – Korban bencana banjir bandang dan longsor di Desa Andungbiru, Tiris, kini sudah tak terisolasi. Pasalnya, pengerjaan jembatan darurat semipermanen yang dibangun oleh Pemkab Probolinggo, telah rampung. Bahkan, sejak tiga hari terakhir, sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor roda empat atau mobil.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi. Pasca kejadian bencana banjir dan longsor, pihaknya langsung membangunkan jembatan darurat dari bambu sebagai akses jalan karena jika tidak dibangunkan jembatan, ribuan warga di dua dusun bakal teriosolasi.

”Saat ini status rekonstruksi dan rehabilitasi. Yaitu, memperbaiki kerusakan infrastruktur ataupun rumah warga yang rusak akibat bencana,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, (6/1)

Setelah jembatan darurat dari bambu bisa dilalui, dikatakan Anggit, pihaknya langsung menyusun perencanaan pembangunan jembatan darurat semipermanen. Menggunakan dana tidak terduga (TT) di tahun anggaran 2018 lalu, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. Dari beberapa jembatan itu, satu jembatan di antaranya terletak di Dusun Kedaton yang putus total.

”Alhamdulillah, jembatan darurat semipermanen sudah rampung digarap. Jadi, tidak ada lagi dusun terisolasi karena kendaraan roda empat sudah bisa melintasi jembatan itu,” terangnya.

Anggit menjelaskan, jembatan darurat semipermanen itu berukuran panjang 14 meter dan lebar 3 meter. Pihaknya memastikan, jembatan itu memiliki kekuatan untuk dilintasi kendaraan roda empat.

Selain jembatan itu, ada tiga jembatan lainnya yang dikerjakan. Paling panjang jembatan ukuran panjang 42 meter, masih di Desa Andungbiru. ”Jembatan darurat semipermanen yang dibangun itu, ada ukuran 42 meter, 16 meter, 8 meter, dan 14 meter. Semuanya hampir selesai dikerjakan,” terangnya. (mas/fun)