Berjualan di Bahu Jalan, PKL Bisa Diancam Pidana

GRATI – Sering dilakukan razia, tak membuat Jalan Raya Grati dan Jalan Raya Kejayan, Kabupaten Pasuruan, bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Sejumlah PKL kerap membandel dengan tetap berjualan di bahu jalan. Berulang kali ditindak, masih saja ada yang melanggar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, banyak PKL yang masih berjualan di bahu jalan. Seperti terlihat di sepanjang Jalan Raya Grati dan Jalan Raya Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Mereka berjualan menggunakan kendaraan bak terbuka dan bangunan semi permanen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, PKL yang berjualan di bahu jalan sudah dipastikan melanggar. Karena aturannya badan jalan itu untuk pejalan kaki, bukan untuk areal berjualan bagi PKL.

Ia mengaku sudah sering menindak PKL di Kecamatan Grati maupun di Kecamatan Kejayan. Namun, PKL yang didata dan diberi peringatan itu selalu berubah dan tidak menetap di lokasi sebelumnya. “Tetap kami tindak. Sebab, mereka memang melanggar. Namun, mereka itu tidak menetap. Ada yang menggunakan pikap dan ada pula yang bangunan semi permanen,” ujarnya.

Yudha menjelaskan, tindakan yang dilakukan dengan memberikan teguran sebanyak tiga kali. Serta, meminta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak berjualan di bahu jalan. Jika membandel, mereka bisa ditindak dengan tindak pidana ringan (tipiring). “Ada pidananya bagi PKL yang membandel. Namun, semua itu harus melalui prosedur dulu. Jika diperingatkan tidak bisa, pasti kami tindak tegas,” ujarnya.

Salah satu PKL di Jalan Raya Grati, Husein mengaku, berjualan hanya untuk menyambung hidup. Karenanya, ia mengaku keberatan jika tidak diperbolehkan berjualan di tepi jalan. Sebab, mencari lokasi lain tidak mudah.

“Lokasi di sini strategis. Banyak warga dari luar kota yang mampir membeli. Kalau tidak boleh, ya Pemkab harus memberikan solusi seperti tempat pengganti yang strategis,” ujarnya. (riz/rud)