Cuaca Ekstrem, Wisatawan Bromo asal Banyuwangi Meninggal Dunia

TOSARI – Seorang wisatawan asal Kabupaten Banyuwangi, Supriyanto, 54, ditemukan tewas di Penanjakan I Gunung Bromo, Sabtu dini hari (5/1). Diduga tewasnya wisatawan ini murni karena penyakit yang dideritanya. Kebetulan cuaca di sekitar Gunung Bromo, cukup dingin dan ekstrem.

Wisatawan asal Desa Kaligono, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, ini meninggal saat berada di sebuah warung di kawasan penanjakan I. Ia tewas karena penyakit asma. Informasinya, wisatawan ini tiba di kawasan Gunung Bromo, Jumat sore (4/1). Ia datang bersama keluarganya. Ia bersama keluarganya pergi ke penanjakan I untuk melihat keindahan Bromo saat matahari terbit.

Saat berada di sebuah warung untuk menunggu matahari terbit inilah, tiba-tiba ia merasa mual. Kemudian, ia menghembuskan napas terakhir dan dibawa ke Puskesmas Tosari sebelum jenazahnya dibawa pulang ke Banyuwangi.

Kapolsek Tosari AKP Thohari membenarkan adanya wisatawan Bromo asal Banyuwangi yang tewas. Korban tewas sekitar pukul 05.00. Kerabat korban disebutkan sudah menerima kematiannya dan menganggapnya sebagai musibah.

“Dugaan kematian korban karena penyakit asma yang dideritanya. Kebetulan cuaca Bromo cukup dingin mencapai tujuh derajat selcius. Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat sebelum dibawa pulang oleh keluarganya,” ujar Thohari. (riz/rud)