Tetap Tutup Jalur Pendakian Arjuno-Welirang selama Cuaca Ekstrem

SEBELUM DITUTUP: Sejumlah pendaki berjalan di jalur pendakian Welirang-Arjuno saat masih dibuka. Sudah hampir tiga pekan ini pendakian di gunung ini ditutup UPT Tahura R Soerdjo dengan alasan cuaca ekstrem. (Foto M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN – Sudah hampir tiga pekan jalur pendakian Arjuno–Welirang ditutup sementara. Penutupan ini masih berlangsung hingga sekarang dan diperpanjang UPT Tahura R. Soerdjo selaku instansi berwenang di lapangan.

“Awalnya, penutupan sementara kami agendakan hingga tahun baru. Karena kondisinya belum memungkinkan, akhirnya diperpanjang lagi sampai benar-benar kondusif,” terang Agus Budi Utomo, koordinator objek wisata alam UPT Tahura R. Soerdjo wilayah Pasuruan.

Pertimbangan perpanjangan penutupan jalur pendakian ini, ia katakana, karena cuacanya ekstrem. Utamanya di akses jalur pendakian dan juga puncak gunung. Menurutnya, setiap hari intensitas hujan turun tinggi disertai turunnya kabut, terkadang disertai angin kencang.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dipaksakan, demi keselamatan para pendaki. Maka dari itu lebih baik ditutup dulu sementara, daripada berisiko apabila tetap buka,” ungkapnya.

Penutupan sementara ini sejatinya sudah berlangsung sejak 20 Desember lalu, bersamaan dengan laporan masuk hilangnya pendaki pelajar SMKN 5 asal Surabaya. Korban pun sampai sekarang keberadaannya belum ditemukan. Semenjak itu jalur pendakian ditutup.

Penutupan ini berlaku tidak hanya di wilayah Pasuruan. Tetapi, juga Kabupaten Malang dan Kota Batu, di semua pos izin pendakian yang ada. Tak hanya untuk para pendaki, tapi juga masyarakat umum yang lain.

“Jika cuacanya sudah membaik dan dirasa aman, akan dievaluasi. Bila kondusif maka bisa dibuka kembali,” tuturnya. (zal/fun)