Sepanjang 2018, PA Kraksaan Hanya Terima Segini Izin Poligami

KRAKSAAN – Meski diperbolehkan dalam undang-undang, hanya sedikit izin poligami yang diajukan resmi ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan. Sepanjang tahun 2018 lalu, tercatat PA Kraksaan hanya menerima satu permohonan izin poligami.

Hal ini diungkapkan Masyhudi, pelaksana tugas (Plt) Panitera PA Kraksaan. Dia mengatakan, permohonan izin poligami memang telah disahkan di undang-undang perkawinan. Persisnya pada Pasal 3 ayat (2) UU Perkawinan. Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

“Jadi ada pengecualian memang untuk poligami ini. Dari undang undangnya sudah jelas,” ujarnya.

Meskipun demikian tidak banyak yang melakukan permohonan izin poligami. Menurutnya, tidak banyak pria yang ingin berpoligami, berani mengakuinya. Apalagi berani meminta izin kepada istri pertamanya. Sehingga, meskipun peraturan sudah ada, tidak banyak yang terang terangan.

“Hanya satu dan dikabulkan karena persyaratannya memenuhi. Tapi itu juga tidak banyak. Kebanyakan banyak yang sembunyi sembunyi tidak berani menampakannya di permukaan,”tandasnya.

Pria yang pindahan dari PA Kota Probolinggo ini memaparkan syarat jika ingin izin berpoligami. Menurutnya, syaratnya ada beberapa. Antara lain penghasilan, adil, istri pertamanya tidak bisa memberikan keturunan atau bahkan hiper seks.

“Jika lelakinya hiper boleh untuk poligami. Biasanya itu terjadi jika istrinya tidak sanggup untuk melayani dan sehingga kemudian mengizinkan sang suami untuk menikah lagi,” tandasnya.

Menurutnya, persyaratan itu harus dipenuhi. Yang paling harus dipenuhi yaitu mengenai penghasilan. Sebab, jika penghasilan tidak memenuhi maka yang melakukan permohonan dikhawatirkan tidak bisa memberkan nafkah kepada kedua istrinya.

“Terpenting penghasilan. Jika sudah terpenuhi besar kemungkinan akan dikabulkan permohonannya,” tuturnya. (sid/fun)