Pengacara Ketua Partai: Uang Bukan untuk Dillipatgandakan

PAJARAKAN – Penyidik di Polres Probolinggo kini masih mendalami kasus dugaan penipuan yang menyandung Supriyanto. Sembari penyidikan dilakukan, pihak Supriyanto yang juga diketahui anggota DPRD Kabupaten Bondowoso sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, melakukan pembelaan.

Melalui Supriyono selaku penasihat hukum Supriyanto, membantah kasus yang dilanda kliennya. Dia bahkan menyebut, Ainul Yaqin, warga Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yang menjadi korban dalam perkara ini, tidak benar.

Menurutnya, uang yang diberikan Ainul Yaqin tersebut adalah untuk kerjasama yang memang sesuai kebutuhan korban. Sehingga, menurutnya pernyataan dari pada korban adalah tidak benar.

“Pernyataan saudara Sugeng (orang yang disebut sebagai staf Menteri Keuangan) sudah jelas. Bahwa uang itu akan digunakan sebagai kerjasama. Tetapi kami akan mengambalikan tanggungan yang klien kami punya itu kepada saudara Ainul Yaqin,” tuturnya saat dihubungi.

Ia juga menjelaskan, kasus ini akan diselesaikan secara damai. Ia berjanji penyelesaian itu akan dilakukan secepatnya. “Kami berjanji akan kami selesaikan secepatnya,” tandasnya.

Sesuai surat penyataan dari Sugeng yang dikirimkan ke awak media menjelaskan, peristiwa tersebut memang benar terjadi pada 2013. Namun, tidak benar jika uang itu digunakan untuk mencairkan uang hingga berlipat-lipat. Tetapi, uang tersebut digunakan untuk kerjasama antara kliennya (Supriyanto) dan Sugeng serta Ainul Yaqin.

Kerjasama tersbut menurut surat pernyataan itu juga telah dijelaskan terkait risiko yang bisa saja terjadi. Lebih lanjut, juga uang itu diberikan secara bertahap. Yaitu pertama diberikan sebesar Rp 300 juta. Namun, dalam pelaksanaannya, usaha tersbut ternyata tidak berjalan lancar.

Sejatinya, kata Supriyono, Sugeng berencana untuk mengembalikan. Namun, pengembalian tersebut ternyata tidak diterima oleh Ainul Yaqin. Bahkan Ainul Yaqin pernah memberikan mobil, dengan harapan usaha yang sempat dijalani antara ketiga pihak, bisa berlanjut lagi. “Itu surat pernyataan dari pada Sugeng,” terangnya.

Sementara itu, Anul Yaqin yang dikonfirmasi, justru kembali membantah keterangan yang disampaikan Supriiyono. Menurut Ainul, sapaan akrab korban, hal itu karena tersangka sudah ketakutan usai ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, pihaknya saat ini menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Jjika memang nanti tidak ada iktikad baik dari tersangka, maka dia yakin kasus tersebut akan lanjut ke meja hijau.

“Itu karena sudah ketakutan saja. Buktinya sudah ada kok semuanya. Sudah saya berikan kepada pihak kepolisian. Kalau memang tidak ada iktikad baik ya terpaksa akan saya teruskan,” terangnya.

Kasus ini sendiri saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Probolinggo. Supriyanto sudah dipanggil dua kali oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. Meskipun statusnya telah tersangka, namun ia tidak ditahan.

Alasan tidak ditahannya itu menurut pihak kepolisian yaitu karena tersangka masih aktif sebagai anggota dewan. Disamping itu juga dijamin dari penasihat hukum. Supriyono selaku penasihat hukum tersangka Supriyanto, mengaku siap hadir jika sewaktu-waktu dilakukan penyelidikan lanjutan. (sid/fun)