Sampah Rumah Tangga Penyumbang Terbanyak di TPA Bestari

DIDOMINASI RUMAH TANGGA: Sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang paling banyak masuk ke TPA Bestari tiap bulannya. DLH berharap ada semangat 3R dalam mengelola sampah rumah tangga. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Sampah rumah tangga masih mendominasi jenis sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bestari Kota Probolinggo. Jumlahnya mencapai 60 persen dari total sampah yang ada, tiap bulannya.

DLH Kota Probolinggo mencatat, per 31 Desember 2018, sampah yang masuk ke TPA dalam sebulan mencapai 58.620 ton. Yang terbanyak sampah rumah tangga, mencapai 35.250 ton. Di urutan ke dua, sampah pasar dengan jumlah 16.500 ton. Selanjutnya, sampah jalan dan toko sebanyak 3.430 ton serta sampah rumah sakit.

Kepala DLH Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengatasi masalah sampah. Sehingga, jumlah sampah bisa diminimalisasi tiap hari. Khususnya, sampah yang sulit didaur ulang, seperti plastik.

“Dengan jumlah penduduk dan aktivitas penduduk yang terus bertambah, maka di sana pula aktivitas penumpukan sampah meningkat,” terangnya

Salah satu yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah ke TPA, menurut Budi Kris –panggilannya-, yaitu menggelorakan semangat 3R. Artinya, menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang.

“Pentingnya masyarakat dalam hal 3R itu, mengingat tanggung jawab sampah bukan semata dari dinas, melainkan seluruh masyarakat di kota ini,” bebernya

Terutama sampah rumah tangga, diharapkan ada pengelolaan 3R. Harapannya, sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah tangga tidak semuanya masuk ke TPA.

“Kalau semua sampah rumah tangga masuk TPA, maka kondisi TPA tidak akan bertahan lama dan semakin overload. Sementara ketersediaan lahan di TPA terbatas,” pungkasnya. (rpd/hn)