Selama 2018, Ada 176 Jiwa yang Meregang Nyawa di Jalanan Akibat Kecelakaan

BANGIL – Angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pasuruan khususnya di kawasan barat dan selatan di tahun 2018, masih cukup tinggi. Ini, ditandai dengan catatan yang dirilis Polres Pasuruan, jelang tutup tahun lalu. Kepolisian mencatat angka kecelakaan naik 59 kejadian atau naik 7 persen dari tahun 2017 lalu.

AKBP Rizal Martomo, kapolres Pasuruan mengatakan bahwa data Polres Pasuruan di tahun 2018 mencatat ada kenaikan jumlah kecelakaan sepanjang tahun lalu. Dari angka kecelakaan di tahun 2017 sebanyak 809 kejadian, naik menjadi 868 kejadian di wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Untuk kecelakaan ini didominasi dari kejadian di wilayah barat, utamanya di Gempol sampai menuju Malang dan sebaliknya,” ujarnya.

Untuk jumlah korban meninggal di jalan raya mencapai 176 orang tahun ini. Jumlah ini tetap tinggi kendati menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat angka 209 orang meninggal dunia di jalan.

Sedangkan jumlah korban luka berat juga turun dari 104, hanya 2 orang tahun ini. Sedangkan luka ringan justru meningkat di tahun 2018 lalu ada 1.134 orang. Naik dari tahun 2017 lalu yang mencapai 998 orang.

Eks Kapolres Pasuruan Kota itu menambahkan, total kerugian material meningkat setara dengan kenaikan jumlah kecelakaan dimana tahun 2018 lalu total mencapai Rp 1,458 miliar. Naik dari tahun 2017 lalu yang hanya Rp 951,735 juta.

Selain jam-jam tertinggi kecelakaan masih didominasi jam berangkat dan pulang kantor. Di tahun 2018 lalu, ada sebanyak 284 kecelakaan saat pagi ke siang dan 246 kecelakaan dari siang ke sore.

Sementara kendaraan yang terlibat laka paling tinggi tetap sepeda motor mencapai 977 kendaraan. Sementara mobil berpenumpang hanya 164 kendaraan, mobil barang 232 kendaraan, bus 19, dan kendaraan khusus 5.

Selain angka kecelakaan, polisi juga membeber pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2018 lalu menurun. Jumlah pelanggaran menurun, yakni 5.423 pelanggar.Di tahun 2018 angka pelanggar lalu lintas mencapai 45.306, sedangkan di tahun 2017 ada 50.729 pelanggar.

Dari data tersebut, Polres Pasuruan mencatat jumlah pelanggar terbanyak adalah dari SLTA yang mencapai 43.046 pelanggar dan pengguna sepeda motor hingga 40.759 pelanggaran. “Usaha kami untuk menekan angka pelanggaran selain ada razia juga lebih menekankan sosialisasi. Seperti ke sekolah dan tahun 2019 ini akan lebih kami intensifkan lagi,” pungkasnya. (eka/fun)