Harga Beras di Kabupaten Probolinggo Terpantau Naik Segini

LIHAT LANGSUNG: Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto melakukan sidak ke Pasar Dringu, Kabupaten Probolinggo, Senin (31/12). Hasilnya, diketahui harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya naik. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Menghadapi pergantian tahun 2018-2019, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Dringu, Kabupaten Probolinggo, terpantau naik. Selain itu, juga ditemukan adanya selisih harga di sejumlah kios di Pasar Dringu.

Temuan itu terungkap ketika Tim Satgas Pangan Polres Probolinggo menggelar inspeksi mendadak (sidak) pangan di Pasar Dringu, Senin (31/12). Sidak yang dipimpin Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, itu diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Di antaranya, ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perikanan, Satpol PP, dan Sub Divre Bulog Gending. Dalam sidak, tim mendatangi sejumlah penjual bahan pokok. Mulai penjual beras, telur, daging sapi, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya.

Dari sidak itu, diketahui harga ayam pedaging di Pasar Dringu mencapai Rp 38.000 sampai Rp 40.000 per kilogram. Selain itu, harga beras juga naik. Beras medium dan beras premium ada kenaikan harga antara Rp 100 sampai Rp 400.

Sedangkan, harga daging sapi mencapai Rp 100.000 per kilogram. Menurut sejumlah pedagang, harga ini juga naik karena sebelumnya tak sampai Rp 100.000 per kilogram.

Salah seorang penjual kebutuhan pokok di Pasar Dringu, Siti Hasanah mengatakan, ada kenaikan harga di awal 2019. Termasuk, harga beras. “Karena harga kulakannya naik, jadi harga jualnya juga naik. Harga beras naik. Ada yang naik Rp 100 sampai Rp 400. Beras premium yang sebelumnya Rp 10.000 sekarang ada yang Rp 10.400,” ujarnya.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, dari hasil sidak ditemukan selisih harga antara penjual di Pasar Dringu. Karenanya, diharapkan Disperindag menetapkan dan memiliki standar harga agar pembeli tidak kebingungan.

Termasuk, membentuk paguyuban pedagang pasar. Adanya paguyuban ini diharapkan dapat menyepakati penjualan bahan-bahan pokok. “Ada kenaikan harga beras kelas medium dan premium. Tapi, kenaikannya tidak terlalu tinggi. Ada juga turun harga. Jadi, ada yang naik dan ada yang turun,” ujarnya. (mas/fun)