Prioritas Lengkapi Sarana Jalan untuk Permudah Warga Curahrejo

BERTAHAP: Akses jalan baru untuk pertanian di Dusun Curahsudo yang dibangun tahun 2017 dan di tahun 2018, jalan dilengkapi dengan Jembatan. Semenjak itu akses warga jadi kian mudah, termasuk untuk aktivitas pertanian. (Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Pembangunan infrastruktur berupa sarana dan prasarana untuk kepentingan publik setiap tahunnya dilakukan di Desa Curahrejo. Infrastruktur yang dibangun pun selalu dari bottom up, atau dari usulan warga. Dengan begitu, pembangunan tepat sasaran.

———-

Semua infrastruktur itu dibangun dengan bertahap. Jika di tahun sebelumnya infrastruktur jalan, di tahun berikutnya sarana kelengkapannya yang dibangun. Semisal, melanjutkan pembangunan jembatan. Sehingga akses warga bisa kian terpenuhi.

Jamil selaku Kades Curahrejo mengambil contoh seperti pembangunan di tahun 2017, yang mulanya diawali pavingisasi. Pavingisasi ini dilakukan di jalan semua dusun. Manfaatnya kini sudah dirasakan oleh masyarakat. Untuk menuju pemukiman, warga kini jadi semakin nyaman.

Selain jalan pemukiman yang dibangun juga ada prioritas pembangunan jalan pertanian untuk memberikan akses jalan bagi para petani yang hendak menuju ke lahan sawah. Sehingga mendukung kelancaran aktivitas para petani yang tadinya tidak bisa mengakses langsung ke sawah, kini setelah ada jalan maka petani dengan mudah mengaksesnya ke lahan milik mereka.

Jalan pertanian yang dibangun berada di Dusun Jatisari dan Curahsudo adalah salah satu jalan baru. Sebelumnya masih berupa tanah setapak, sehingga para petani kesulitan untuk mengaksesnya. Begitu dibangun jalan yang dilengkapi dengan tembok penahan tanah (TPT) di sisi kanan dan kiri, maka akses jalan pun terbuka bisa dilewati dengan mudah bagi para petani.

“Dahulu petani menggunakan jasa kuli untuk mengangkut hasil panen padi. Nah, setelah dibangunkan jalan baru, maka akses jalan pertanian menjadi terbuka. Kendaraan angkutan berupa bisa masuk, sehingga mempermudah aktivitas para petani. Kini biaya operasional yang dikeluarkan semakin kecil sehingga kelebiahnya yang disisikan bisau sebagai tambahan pendapatan bagi petani,” terang Jamil.

Sedangkan untuk membuka akses jalur alternatif sebagai jalan baru lingkar desa, maka dibangun juga paving dan jembatan untuk mempermudah akses jalan menuju ke pemukiman. Contohnya ada di Dusun Suro. Sebelumnya hanya ada satu akses jalan saja, sehingga ketika ada kegiatan warga seperti hajatan, otomatis jalan ditutup. Maka warga tak bisa masuk ke pemukiman. “Agar akses menjadi mudah, maka dibangun jalan lingkar dusun sebagai jalur alternatif menuju ke pemukiman dusun suru.

Selain jalan, infrastruktur lainnya yang banyak dirasakan manfaatnya adalah TPT di Dusun Curah Jati. Jalan menjadi semakin kuat dan tak mudah rusak tergerus hujan. TPT ini bahkan bisa mengatasi banjir karena menjadi pembatas agar air hujan tak naik meluber ke jalan.

Di tahun 2018 ini juga membangun jembatan di Dusun Curah Jati dan dilengkapi dengan paving. Jalan ini menghubungkan jalur ke lahan pertanian. Selain itu juga ada TPT di Dusun Suro dan juga sumur bor air bersih di Dusun Sumber Semek yang bisa dimanfaatkan oleh warga dusun lainnya.

 

Rutin Gelar Kegiatan Sosial-Keagamaan

Desa Curahrejo memiliki beragam potensi usaha yang sudah berkembang dan menjadi penopang sumber perekonomian warga. Salah satunya adalah potensi usaha yang paling dikenal yakni produk kasur santai.

RUTIN: Acara pengajian yang pernah dihadiri Bupati Pasuruan di Desa Surahrejo. Kegiatan ini diisi dengan salawatan dan sering digelar tiap tanggal 10 Muharram. (Pemdes Curahrejo for Jawa Pos Radar Bromo)

Hampir sebagian besar warga di desa ini mengembangkan usaha ini, terutama di Dusun Jatisari yang paling mayoritas.

Jamil selaku Kades Jatisari mengatakan, keberadaan usaha kecil menengah (UKM) kasur santai sudah lama dikembangkan. Bahkan menjadi produk andalan desa. Keberadaan usaha ini bisa menopang perekonomian warga sekitar sehingga mengurangi pengangguran. Desa Curahrejo juga memiliki program pemberdayaan dan pembinaan dengan mengadakan pelatihan. Adapun beberapa pelatihan yang telah dilakukan yakni pelatihan olahan makanan, pelatihan pembuatan kripik dan krupuk ikan, pelatihan sablon dan lainya

“Setiap tahun kami selalu melakukan pemberdayaan agar kemampuan dan keahlihan warga bisa semakin meningkat sehingga bisa menciptakan peluang usaha baru dan mengembangkan usaha yang sudah ada,” ujarnya

Tak hanya program pemberdayaan, pihak desa juga mempunyai program kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Yang paling sering adalah tiap 10 muharam yakni kegiatan salawat pengajian akbar yang juga disertai pemberian santunan kepada anak yatim, janda dan warga yang tak mampu. Program sedekah untuk memberikan santunan sebagai wujud rasa syukur untuk menyisihkan rejeki selain itu juga meningkatkan keagaaman. Selain pemberian santunan kegiatan ini juga dikemas dalam rangka sholawat dan pengajian akbar.

“Antusias warga cukup besar serta dan jamaah dari luar desa banyak juga yang hadir. Pernah dihadiri Bupati Pasuruan. Mudah-mudahan kegiatan positif seperti ini bisa tetap bertahan dan diselenggarakan setiap tahunya,” terangnya. (ed/fun)

 

Tentang Desa Curahrejo, Kecamatan Sukorejo
Jumlah Penduduk: 2860 Jiwa
Luas Wilayah: 308 Hektare
Jumlah RT/RW: 19/7
Jumlah Dusun: 5; Curahsudo, Suro, Sumber Semek, Curah Jati, Jatisari.

Potensi Desa
Pertanian: Padi, Jagung, Kedelai, Kacang tanah
Peternakan: Ayam
Perikanan: Gurami, Lele
UKM: Kasur santai atau kasur palembang, Kripik singkong dan tela, krupuk ikan.