Tegas, Polisi Larang Konvoi dan Nyalakan Petasan saat Malam Tahun Baru

DIJAGA: Salah satu pos pengamanan Ops Lilin Semeru Polresta di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo. Pos pengamanan ini dibuat di beberapa titik. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Malam pergantian tahun 2019 akan terjadi besok, tepat tengah malam. Empat daerah yaitu Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo pun mengantisipasi dengat ketat momen itu. Imbauan, larangan, sampai sanksi disiapkan untuk menjaga kondusivitas di malam pergantian tahun.

Tahun baru atau malam pergantian tahun identik dengan sejumlah aktivitas. Mulai menyalakan petasan, kembang api, hingga konvoi. Kondisi ini rupanya memantik para pemangku wilayah di empat daerah untuk melakukan antisipasi.

Di Kota Probolinggo, Polresta mengeluarkan surat edaran bernomor SE/62/XII/HUM.3.4.1/2018 dengan ditandatagnai Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal. Isinya, tentang larangan pawai/arak-arakan motor dan penggunaan knalpot brong pada perayaan malam tahun baru 2019. Ada empat poin utama yang disampaikan dalam surat edaran itu. Di antaranya, melarang masyarakat pawai atau konvoi kendaraan bermotor. Juga melarang kendaraan bermotor menggunakan knalpot brong atau modifikasi knalpot di atas ambang batas kebisingan. Bagi yang melanggar, Polresta pun menegaskan akan memberikan sanksi tegas.

Namun, tidak sekedar melarang. Larangan itu diganti dengan fasilitasi kegiatan yang dilakukan Polres Probolinggo Kota-Pemkot Probolinggo. Yaitu menggelar Car Free Night di area Alun-laun Kota Probolinggo. Diharapkan dengan acara itu, malam pergantian tahun berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan pihak kepolisian.

Karena itu, pihaknya menurut Alfian akan menindak tegas warga yang masih melakukan aktivitas meresahkan di malam pergantian tahun. Misalnya, konvoi, blayer-blayeran atau penggunana motor protolan dengan knalpot brong. “Nantinya bagi kendaraan protolan dan knalpot brong akan kita tindak,” tandasnya.

Tak hanya itu. Alfian juga menegaskan larangan masyarakat menyalakan mercon. Lebih lagi mercon rakitan dengan daya ledak cukup besar. “Kami juga imbau agar masyarakat tak menyalakan mercon pada malam pergantian tahun,” ujarnya.

Antisipasi serupa dilakukan di wilayah Polres Probolinggo. Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengeluarkan Maklumat nomor MAK/63/XII/2018 tentang Larangan Menyalakan Petasan. Ada lima poin yang ditekankan dalam maklumat itu. Di antaranya, mengimbau seluruh masyarakat tidak menyalakan petasan. Juga melarang masyarakat minum-minuman beralkohol/pesta miras. Kemudian, menindak tegas para produsen, penjual dan pengguna sesuai dengan hukum dan perundangan-undangan yang berlaku.

Sebagai gantinya, Polres Probolinggo bekerjasama dengan Pemkab Probolinggo, menggelar kegiatan khusus di malam tahun baru 2019. Yaitu, Festival Musik Religi dan Hadrah On The Street di Alun-Alun Kraksan.

Jika ada yang melanggar, pihaknya menurut Eddwi akan menindak tegas pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, bagi masyarakat yang mengetahui ada pesta miras, termasuk penjual miras, diimbau untuk segera menghubungi pihak berwajib.

“Bagi masyarakat yang mengetahui dan menemukan ada pihak perorangan yang memproduksi, atau menjual serta menggunakan petasan atau miras, agar melaporkan ke petugas. Atau langsung menghubungi sentra pelayanan kepolisian ke 110,” pungkasnya. (rpd/hn)