Dinas Perkim Sulit Tagih Fasum-Fasos Perumahan, Ini Kendalanya

TAK BERTAJI: Dinas Perkim mengalami kendala dalam menagih fasum dan fasos yang wajib disediakan pengembang perumahan. Tercatat ada 2 pengembang yang tak mematuhi aturan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Probolinggo mengalami kesulitan dalam menagih fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) perumahan yang dibangun pengembang lama. Bahkan, sejauh ini ada dua pengembang yang disurati hingga kali kadua tak kunjung ada jawaban.

Dua pengembang itu pernah membangun sebuah perumahan di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wonoasih. Kesulitan ini berkaitan dengan status pengembang yang tidak jelas. Apakah masih aktif atau sudah tutup sebagai pengembang perumahan.

“Kami masih mengalami kendala untuk menagih fasum dan fasos dari perumahan yang dibangun pengembang lama. Kesulitan ini karena berkaitan dengan status pengembang tersebut,” ujar Kepala Dinas Perkim Kota Probolinggo, Agus Hartadi.

Agus mengaku, kini pihaknya terus berupaya untuk menagih fasum dan fasos di sebuah perumahan di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wonoasih. Dua perumahan ini digarap oleh pengembang lama.

“Kalau untuk pengembang baru proses fasum dan fasos diserahkan ke pemerintah tidak lama. Saat proses memecah lahan perumahan, BPN (Badan Pertanahan Nasional) sudah memecah lahan untuk fasum dan fasos. Jadi sudah ditandai lahan mana yang tidak boleh digunakan sebagai bangunan rumah,” jelasnya.

Sedangkan, untuk pengembang lama, Agus mengaku, pihaknya telah mengirim surat ke real estate indonesia (REI) terkait status pengembang yang mengembang dua perumahan itu. “Sudah 2 kali disurati. Sekarang sudah masuk surat yang ketiga. Jika belum ada jawaban, kami akan segera proses ke Pengadilan Negeri untuk dilakukan penetapan terhadap fasum dan fasos perumahan,” ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Pemkot Probolinggo, ini menjelaskan, fasum dan fasos perumahan wajib untuk diserahkan pengelolaannya kepada Pemkot. Setelah diserahkan, yang bertanggung jawab merawat dan mengelola Pemkot. “Pengembang perumahan menyerahkan fasum tidak hanya berupa tanah. Bisa berupa bangunan, seperti masjid ataupun taman,” ujarnya. (put/rud)