Sukses Orbitkan Mangga Alpukat, Pemkab Kini Lirik Budidaya Mangga Garifta

BANGIL – Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan semakin serius untuk menjadikan daerahnya sebagai sentra mangga. Buktinya, selain mangga klonal 21, kini dinas pertanian melirik pengembangan mangga varietas yang lain. Mangga yang ingin dikembangkan tersebut, berupa mangga garifta. Ribuan bibit mangga garifta, bakal ditanam tahun depan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ihwan menyampaikan, budidaya mangga garifta di Pasuruan sejatinya sudah dilakukan lima tahun yang lalu. Ada ribuan tanaman mangga garifta yang tertanam di lahan kurang lebih 150 hektare.

Hanya memang, nama mangga gatifta tidak setenar mangga gadung klonal 21 atau mangga alpukat. Padahal, potensi mangga garifta, cukup besar untuk dikembangkan. Khususnya dari sisi ekonomi, yang harganya relatif tinggi. Yakni sekitar Rp 30 ribu per kilogramnya.

“Permintaan akan mangga garifta di Jakarta cukup tinggi. Meski untuk pasarnya, memang belum setinggi mangga klonal 21,” ungkap Ihwan.

Rencananya, pengembangan mangga garifta akan dilakukan di wilayah Grati. Sebanyak kurang lebih 2 ribu bibit mangga garifta akan disebar untuk para petani.

Ribuan bibit mangga garifta itu, diproyeksikan untuk ditanam di lahan sekitar 20 hektar. “Kami sudah siapkan Rp 40 juta untuk pengadaan bibit mangga garifta di wilayah Grati tahun 2019,” pungkasnya. (one/fun)