Siapkan Rp 236 Juta untuk Verifikasi Warga Miskin Tahun Depan

PANGGUNGREJO – Setelah tahun 2018 ini, Dinas Sosial mulai melakukan verifikasi terhadap data warga miskin di Kabupaten Pasuruan. Tahun 2019 mendatang, Dinsos akan rutin kembali menggelar verifikasi dan validasi (verval). Tahun depan dianggarkan dana sebesar Rp 236,150 juta, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Gunawan Wicaksono, Plt kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, bahwa verval ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini, lantaran dari Kementerian Sosial (Kemensos) memang mengimbau Dinsos di daerah untuk melakukan verifikasi terhadap warga miskin di daerah.

“Karena selama ini penerima bantuan dari pemerintah masih berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) dari BPS. Padahal, di lapangan data warga miskin selalu bergerak dan berubah. Karena itu butuh rutin diadakan verval,” jelasnya.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, verval warga miskin memang baru diadakan tahun 2018. Anggaran di tahun 2018 ini lebih besar dari tahun ini. Yakni, sekitar Rp 190 juta dan mulai dilakukan sejak awal semester kedua.

Dari hasil verval tersebut, ada peningkatakan data warga miskin yang dimasukkan dalam warga yang berhak menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari 109.031 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 110.211.

Untuk tahun depan, Dinsos menganggarkan dana sebesar Rp 236,150 juta. Anggarannya memang sedikit lebih banyak agar verval yang dilakukan di tahun 2019 bisa lebih maksimal baik dari tenaga sampai operator desa.

Gunawan menambahkan, sejatinya dari pusat mengimbau verval bisa dilakukan 2 kali dalam setahun. Ini, agar data bisa benar-benar fix dan terpantau setiap 6 bulan sekali. Namun, karena keterbatasan anggaran dan tenaga, Dinsos melakukan verval 1 kali saja tahun depan.

“Termasuk tahun depan kami lakukan lebih awal yaitu di triwulan ke dua. Harapannya, hasil verval nanti juga sebagai data KPM untuk bantuan pada tahun 2020,” jelasnya. (eka/fun)