Prihatin Kebencanaan, Bupati-Wawali Pasuruan Imbau Warga Tak Gelar Konvoi-Nyalakan Kembang Api

PANGGUNGREJO-Malam tahun baru masehi 2019 yang jatuh pekan depan mendapatkan atensi dari Pemkot dan Pemkab Pasuruan. Pemerintah daerah meminta agar masyarakat tidak melakukan pesta kembang api dan melakukan konvoi saat malam tahun baru.

Hal itu ditegaska Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Wakil Walikota (Wawali) Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Kedua kepala daerah itu mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan kembang api dan petasan saat malam pergantian tahun baru. Imbauan ini sudah disampaikan melalui Kecamatan dan Kelurahan.

“Surat edaran (SE) sudah kami sebar ke Camat dan Lurah di Kota Pasuruan pada 21 Desember lalu. Agar kondisi Kota Pasuruan tetap aman dan kodusif, lebih baik masyarakat melakukan kegiatan yang positif saat malam tahun baru,” jelas Teno, panggilan akrab Wawali Teno yang saat ini menjadi PLt Wali Kota Pasuruan tersebut.

ILUSTRASI: Konvoi

Hal yang sama juga diungkapkan Irsyad Yusuf. Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu juga menyebut, sudah mengeluarkan SE yang isinya menitikberatkan, agar jangan ada aktivitas untuk mengumpulkan massa saat malam tahun baru.

“Orangtua juga harus mengawasi putra-putrinya agar tidak mengikuti kegiatan yang sifatnya hura-hura saat malam pergantian tahun nanti,” beber Irsyad Yusuf.

SE itu dibuat, kata Irsyad, bukan tanpa alasan. Selain tahun baruan berpotensi menimbulkan hal negatif, saat ini kondisi Indonesia tengah berduka akan terjadinya banyak bencana di beberapa tempat. Sebagai masyarakat Indonesia, sudah semestinya semua pihak ikut prihatin dan menaruh empati atas kejadian bencana, yang tak sedikit menimbulkan korban jiwa. (riz/fun)