Penyalahgunaan Narkoba di Pasuruan Melejit, Didominasi Usia Produktif

BANGIL – Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Pasuruan semakin “menggila”. Sepanjang tahun 2018 ini, semakin banyaknya warga yang terjerat narkoba.

Dibandingkan tahun 2017 lalu misalnya, ada kenaikan hingga 27 kasus. Banyaknya kasus itu pun membuat orang-orang yang terjerat ikut meningkat.

Berdasarkan data Satreskoba Polres Pasuruan, jumlah kasus penyalahgunaan narkoba tahun ini mencapai 156 kasus. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun 2017. Sepanjang tahun lalu, tercatat ada 129 kasus.

Jumlah warga yang harus mendekam di sel tahanan lantaran terjerat narkoba pun bertambah. Tahun ini, total ada 204 orang yang dijadikan tersangka dan dijebloskan ke tahanan. Dua ratus di antaranya merupakan laki-laki, sementara perempuan ada 4 orang.

Angka itu melonjak dibandingkan jumlah pelaku penyalahgunaan narkoba 2017. Sepanjang 2017, ada 141 orang yang dijebloskan ke penjara terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah itu, 135 pelaku di antaranya merupakan laki-laki. Sementara enam lainnya, merupakan perempuan.

“Rata-rata yang kami amankan merupakan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu,” terang Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono.

Nanang menambahkan, tingginya kasus penyalahgunaan narkoba tersebut, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, dipengaruhi intensifitas kepolisian dalam menekan keberadaan pelaku-pelaku narkoba.

Selain itu, juga banyak warga yang tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi dari penjualan bisnis barang haram tersebut. “Keuntungan cepat yang didapat, menjadi salah satu faktor. Di samping pula, intensitas kami dalam melakukan operasi penangkapan,” jelas Nanang yang menyebutkan, rata-rata pelaku yang ditangkapnya merupakan pengedar.

Yang menjadi ironi, rata-rata pelaku yang terjerat narkoba ini merupakan usia produktif. Antara 26 tahun ke atas. “Ini yang menjadi keprihatinan. Di usia mereka yang produktif itu, mereka malah terjun ke dunia hitam dengan menjadi pengedar narkoba,” katanya. (one/mie)