Ogah Beri Nafkah, Rajin Minta Jatah

KADEMANGAN – Minthul (nama samaran), 31, warga Kademangan, Kota Probolinggo menggugat cerai suaminya, Tole (bukan nama sebenarnya), 35. Gugatan cerai itu dilayangkan karena Tole tak memberikan nafkah lahir. Di sisi lain, Tole selalu menuntut agar dilayani urusan ranjang. Tentu saja, hal ini membuat Minthul berang.

Tercatat, Tole tidak pernah memberi nafkah lahir kepada Minthul selama dua tahun membina rumah tangga. “Dia cuma ngasih nafkah batin. Kok enak,” kata Minthul. “Harusnya kan seimbang. Masa aku cuma jadi pemuas nafsunya. Padahal, buat begituan juga butuh tenaga,” imbuhnya.

Minthul mengaku tidak habis pikir melihat suaminya yang sangat malas. Padahal, menurut Minthul, Tole merupakan sosok yang rajin saat masih berstatus single. Minthul mengatakan, Tole bukannya tidak memberinya nafkah sama sekali. Namun, Tole hanya memberi nafkah ketika memegang uang. Tole sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Masa aku harus hidup menggantungkan diri dari gaji yang tidak menentu,” kata Minthul. Ia mengakui, bahtera rumah tangganya sempat berjalan mulus pada awal pernikahan. Saat itu Minthul masih memiliki uang pesangon. Namun, dia harus mengutang ke kanan dan kiri saat pesangonnya habis.

Sebelumnya, Minthul tercatat menjadi pegawai di sebuah pabrik pengalengan ikan. Namun, karena sudah menikah, ia memutuskan berhenti. Saat itu Minthul yakin kalau Tole mampu membiayainya. Apalagi, Tole yang ia kenal adalah sosok pria pekerja keras.

“Memang, saat itu dia tidak jadi karyawan tetap sebuah perusahaan. Ia tercatat sebagai surveyor sebuah lembaga nonpemerintah. Setahu saya, kenalannya banyak yang ngajak kerja. Karena itu, saya pikir aman-aman saja meski hanya jadi ibu rumah tangga,” jelasnya.

Ternyata, setelah mereka menikah, perkiraannya salah. Tole malah malas-malasan. Ia seperti tak punya semangat lagi untuk bekerja. “Tapi, kalau lagi mau begituan, dia semangat banget,” kata Mithul kesal. Minthul sendiri bukan tidak mau melayani. Hanya saja, Tole seperti lupa dengan tugasnya. Karena itulah, ia menggugat cerai suaminya. (sid/rf)