5 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai, Warga Desak Ditutup

BEJI – Warga Dusun Selorawan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mendesak pemkab setempat menutup perusahaan pembuang limbah sembarangan. Penutupan operasional perusahaan dianggap sebagai sanksi yang tepat. Pasalnya, perusahaan tetap membuang limbah ke sungai.

Desakan itu dilontarkan Mukharom, warga setempat. “Kami minta agar perusahaan ditutup,” terangnya dalam pertemuan antara warga, DLH, dan perusahaan di kantor Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Rabu (26/12).

Mukharom menambahkan, perusahaan sudah berulang kali membuang limbah ke sungai. Meski DLH sudah berulang kali melakukan sidak, buktinya perusahaan tetap membuang limbahnya ke sungai. “Bahkan, sekarang sungai Selorawan tetap mengeluarkan busa. Masak perusahaan umba-umba,” tukasnya.

Ada lima perusahaan yang disebut-sebut membuang limbah ke sungai. Selain PT Wonokoyo ada pula PT Mega Marine Priede, PT Baramuda Bahari, PT Universal Jasa Kemas, dan PT Marine Cipta Agung. Semuanya ada di wilayah Kecamatan Beji.

Pihak perusahaan sendiri, mengklaim kalau sudah berusaha untuk melakukan instruksi paksaan pemerintah. Salah satunya, dengan pembangunan IPAL tambahan. Serta kegiatan restorasi sungai setempat.

Hal ini seperti yang diungkapkan Subagio, koordinator lima perusahaan. “Kami memiliki komitmen untuk mengatasi persoalan limbah. Semuanya sedang diproses dan membutuhkan waktu,” kata Subagio.

Heri Sugeng Priyono, kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kabupaten Pasuruan menguraikan, penutupan perusahaan tidak bisa dilakukan serta merta. Karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, termasuk perbaikan-perbaikan. Ia menyebut jika kelima perusahaan itu tengah dalam proses perbaikan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Rohani Siswanto berharap warga bisa tetap tenang. Jangan sampai ada aksi yang merugikan. “Eman-eman Anda-Anda sekalian. Jangan sampai nantinya ada aksi penutupan, malah berujung pemanggilan oleh pihak kepolisian. Biarkan kami bekerja dulu,” sambungnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo mengungkapkan, pihaknya bakal meminta hasil evaluasi dari DLH dalam waktu dekat ini. Hasil itu nantinya akan dijadikan rujukan bagi dewan dalam mengeluarkan rekomendasi.

“Kami akan mengeluarkan rekomendasi. Tapi sebelumnya, kami akan meminta hasil evaluasi DLH terhadap lima perusahaan tersebut,” jelasnya. (one/rf)