2019, Kota Pasuruan Ajukan Kuota 9.804 Metrik Ton Elpiji Melon

PANGGUNGREJO – Pemkot Pasuruan mengajukan kuota elpiji 3 kilogram pada Pertamina tahun depan sebesar 9.804 metrik ton. Kuota itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pasuruan yang kurang mampu. Usulan ini naik 10 persen dari kebutuhan tahun ini.

Kabag Perekonomian Pemkot Pasuruan Sugiarti mengungkapkan, realisasi distribusi elpiji 3 kilogram sepanjang 2017 sebesar 8.533 metrik ton. Sementara, sampai akhir Oktober tahun ini, Pemkot mencatat realisasi distribusi elpiji 3 kilogram di Kota Pasuruan sebesar 7.155 metrik ton.

Karena itu, pihaknya mengusulkan kuota elpiji 3 kilogram untuk 2019 mendatang sebanyak 9.804 metrik ton. Usulan ini dengan asumsi adanya kenaikan konsumsi tabung elpiji 3 kg di masyarakat sebesar 10 persen. Sehingga, realisasi sampai akhir tahun diasumsikan 8.912 metrik ton.

“Usulan ini mengacu kebutuhan masyarakat Kota Pasuruan setiap tahunnya. Kami lihat selalu ada tren kenaikan 10 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sugiarti menyebut, besaran kuota elpiji 3 kg yang diterima Kota Pasuruan bergantung pada distributor. Sebab, nantinya elpiji yang didistribusikan mengikuti kebutuhan di masyarakat.

Jika memang dibutuhkan dan terjadi kelangkaan elpiji, maka distributor akan menambah stok di masyarakat. “Kuota yang kami terima itu bergantung dari Pertamina. Dan, distribusi elpiji itu biasanya dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi penimbunan di masyarakat,” ungkap Sugiarti. (riz/mie)