Istri Resign Bekerja demi Keluarga, Malah Diceraikan

KRAKSAAN – Minthul (nama samaran), 30, begitu bangga dengan profesinya sebagai pegawai sebuah bank. Tapi, dia memilih mengundurkan diri ketika sudah melahirkan seorang anak.

Ternyata, pilihannya itu berbuntut panjang. Sang suami, Tole, 35, juga melepas “jabatan” sebagai suami Minthul.

Alasannya bikin heran, karena sudah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari sang istri. Tole sangat bangga dengan pekerjaan Minthul. Di mana-mana dia selalu menunjukkan foto wajah elok Minthul dan tubuhnya yang tinggi semampai ala model.

“Banggalah. Ini lihat foto istri,” kata Tole. Di foto itu, Minthul terlihat bergandengan tangan dengan pegawai lainnya. Tampak Minthul mengenakan blus ketat dipadu dengan rok mini warna merah.

Uniform seperti itu tentu membuatnya tampak anggun. Rambut pendek dengan kulit putih bersih membuat Tole sebagai suami, makin bangga dengan sang istri dan profesi mulianya itu.

Apalagi, ketika Tole yang menjabat sebagai kepala bagian keuangan sebuah perusahaan swasta, ia mengajak Minthul berjumpa dengan kawan dan teman sekolahnya. Ia berkali-kali mengatakan bahwa Minthul adalah pegawai bank bergaji besar.

“Keren banget pekerjaan itu. Pasti yang seprofesi seperti istri saya pasti cantik, tinggi, dan pandai,” pamer Tole. Ia benar-benar bangga dengan Minthul. Selama bekerja, Tole pun tak pernah memberi uang ke Minthul karena Minthul sudah punya gaji sendiri.

Secara materi, Minthul mandiri 100 persen. Bahkan, Minthul berbaik hati menyisakan gajinya untuk Tole dan keluarganya. Namun, hal itu berubah ketika Minthul memutuskan berhenti bekerja. Keputusan itu diambil karena Minthul ingin fokus mengurus anak.

“Padahal, orang tua saya sudah sepakat untuk merawat anak kami supaya Minthul bisa full kerja. Sayang, istri tetap ngeyel. Ia pilih berhenti kerja,” jelas Tole. Keputusan istri untuk berhenti bekerja itu, membuat Tole dan keluarganya kesal. Karena dengan begitu, otomatis tidak ada lagi pekerjaan Minthul yang bisa dibanggakan.

Selama ini, meski Minthul sering pulang malam, namun Tole dan keluarga tidak pernah sekalipun protes. Istilahnya, istri yang membanggakan keluarga. Keputusan berhenti itu pun dirasakan superberat bagi Tole dan keluarga.

Selain itu, saat masih menjadi pegawai bank, mertua cs juga mendapat uang bulanan dari Minthul. Hal ini dilakukan Minthul karena ia merasa sudah merepotkan mertua dan keluarga besar suaminya untuk mengurus anak.

Pertengkaran pun tak bisa dielakkan. Mulai dari pertengkaran kecil, kalau tiap hari muncul, akhirnya pun bisa membesar. Terjadinya juga sewaktu-waktu. Bisa kapan saja dan tidak ada hentinya. (mas/rf)